JAKARTA - Mudy Taylor sempat mengeluhkan kolesterolnya yang tinggi sebelum meninggal dunia. Lalu, apa itu penyakit kolesterol?
"Kalau sakit jantungnya sih memang enggak, mungkin enggak kedeteksi ya. Cuma kalau biasanya dia memang punya kolesterol," jelas Doni, manajer dari sang komedian yang memiliki nama asli Dhimas Murdianto Ramelam Sutarto.
Mudy menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 25 November sekitar pukul 16.15 WIB.
Keluhan kesehatan Mudy, kata Doni, baru terjadi sekitar enam bulan terakhir. Kepada pihak keluarga, almarhum kala itu mengaku merasakan gejala orang yang mengidap kolesterol.
"Jadi tiga sampai enam bulan lalu memang dia ngeluh kolesterolnya. Kolesterolnya lumayan. Kalau dia lagi kambuh, jalannya susah, pincang gitu," ucap Doni.
Lalu, apa yang dimaksud dengan penyakit kolesterol?
Kolesterol tinggi dalam darah berpotensi menyebabkan penyempitan pembuluh darah, gangguan sirkulasi, hingga serangan jantung atau stroke.
Seseorang dengan kolesterol tinggi kadang tidak memiliki gejala sama sekali, sehingga sering disebut “silent killer”. Namun, pada beberapa kasus, pasien bisa merasa
- Nyeri atau berat pada kaki
- Cepat lelah
- Pusing Pegal atau kram di tungkai saat berjalan (claudication)
- Nyeri dada (pada komplikasi jantung)
Kolesterol adalah zat lemak (lipid) yang secara alami diproduksi oleh hati dan juga diperoleh dari makanan hewani. Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel, hormon, dan vitamin D.
Namun, ketika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, kondisi ini disebut hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi, dan dapat meningkatkan risiko :
- Penyakit jantung koroner
- Serangan jantung
- Stroke
- Penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis)
Berikut ini jenis-Jenis Kolesterol:
- LDL (Low-Density Lipoprotein)
LDL sering d isebut "kolesterol jahat"
Kadar LDL yang tinggi dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak.
- HDL (High-Density Lipoprotein)
HDL disebut ''kolesterol baik"
HDL membantu mengangkut kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang.
- Trigliserida
Jenis lemak lain yang bila tinggi dapat memperburuk risiko penyakit jantung.
Tips Cegah Kolesterol
Berikut tips mencegah kolesterol tinggi untuk cegah stroke, dilansir dari Mayo Clinic dan Better Health, seperti dikutip Rabu (26/11/2025):
1. Banyak Gerak
Pertama ialah banyak bergerak. Kak Seto sendiri kerap membagikan momen dirinya berolahraga dan hidup sehat sebelum mengidap stroke ringan.
Aktivitas fisik dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, banyak bergerak juga berdampak baik dalam menjaga berat badan.
Olahraga intensitas sedang selama 2 jam 30 menit sangat disarankan, seperti jalan cepat atau bersepeda.
2. Kurangi Merokok
Selanjutnya adalah mengurangi rokok. Meski tak mudah, berhenti merokok bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL dan mencegah kolesterol tinggi dalam tubuh.
Dalam waktu tiga bulan setelah berhenti merokok, sirkulasi darah dan fungsi paru-paru mulai membaik. Dalam waktu satu tahun, risiko terkena penyakit jantung akibat kolesterol pun dapat berkurang.
3. Konsumsi Makanan Tinggi Omega-3
Sajian makanan yang tinggi omega-3 seperti ikan disarankan agar kolesterol tidak meningkat. Asam lemak omega-3 tidak memengaruhi kolesterol LDL.
Selain pada ikan, omega-3 juga bisa ditemukan pada kacang walnut dan biji-bijian.
4. Mengatur Berat Badan
Mengatur berat badan juga penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Berat badan berlebih dapat berkontribusi terhadap kolesterol tinggi.
Menjaga pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.
5. Berhenti Minum Alkohol
Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol juga dapat membantu menurunkan risiko kolesterol tinggi.
Terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan stroke.
(Rani Hardjanti)