Heboh Wanita Alami Kebutaan usai Suntik KB, Ini Penjelasan Dokter!

Annastasya Rizqa, Jurnalis
Selasa 08 Oktober 2024 14:49 WIB
Wanita alami kebutaan usai suntik KB. (Foto: Freepik)
Share :

PUBLIK sempat dihebohkan dengan seorang ibu rumah tangga di Cianjur, Jawa Barat yang mengalami kebutaan diduga setelah melakukan suntik KB di salah satu klinik.

Wanita berinisial SP ini mengalami gangguan penglihatan setelah memutuskan melakukan suntik KB di saat kondisinya tengah kurang sehat. Diketahui saat ini korban masih melakukan perawatan medis di RSUD Sindang Barang. Kondisi yang dialami wanita ini pun sontak menyita perhatian publik. Masyarakat dibuat bertanya-tanya mengapa kondisi kebutaan tersebut diduga terjadi setelah melakukan suntik KB.

Dokter spesialis kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG mengungkap dugaan penyebab kebutaan yang dialami seorang wanita diduga pasca suntik KB ini masih perlu ditelaah. Pasalnya, prosedur yang berhubungan dengan hormon ini biasanya memiliki cara kerja atau efek samping yang lambat.

“Kalau sudden blind, saya tidak pernah tahu ada hubungannya dengan hormon. Karena yang namanya hormon itu kerjanya sangat lama bisa seminggu hingga satu bulan baru memberikan efek,” tutur dr. Dinda saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (8/10/2024).

“Jadi kalau misalnya kejadian kebutaan itu dikaitkan dengan pasca suntik, itu harus ditelaah lebih lanjut apakah ada penyakit penyerta pada pasien ini,” katanya.

Wanita alami kebutaan usai suntik KB. (Foto: Freepik)

Dari berita yang beredar, wanita yang mengalami kebutaan diduga pasca suntik KB itu mengaku sedang dalan kondisi kurang sehat sebelum memutuskan melakukan suntik hormon ini. Dokter Dinda mengatakan kondisi tersebut bisa jadi salah satu penyebab terjadinya kebutaan.

Pasien perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana kondisi kesehatan mereka termasuk memeriksakan gula darah. Dia mengatakan orang dengan kondisi kencing manis cenderung memiliki masalah sirkulasi darah termasuk pada mata.

“Bagaimana dengan gula darahnya? Kalau orang dengan kencing manis biasanya terjadi masalah pada sirkulasi darah yang kecil-kecil seperti pada mata, ginjal seperti itu. Jadi apakah memang ada penyakit penyerta yang mendasari pada pasien ini,” tuturnya.

 

Jenis kontrasepsi sendiri memiliki dua jenis yakni hormon dan non hormon. Dokter Dinda mengungkap telah ada edukasi lebih lanjut terkait pemilihan suntik KB ini. Pemilihan jenis kontrasepsi tersebut perlu dikonsultasikan terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang cocok dan sesuai dengan kondisi tubuh setiap individu.

Ada pun kontrasepsi yang non hormon yang bisa jadi pilihan untuk beberapa wanita dengan kondisi masalah kesehatan seperti kencing manis hingga hipertensi.

“Sudah diedukasi sudah lama kalau misalnya untuk perempuan dengan hipertensi, kencing manis, nah pilihan hormon apa yang tepat, misalnya memilih kontrasepsi hormon. Nah mungkin dengan memilih kontrasepsi non hormon akan lebih baik,” katanya.

Dokter Dinda mengatakan perlu diketahui bahwa tak semua kontrasepsi cocok dengan perempuan dan akan memberikan efek yang berbeda-beda tergantung dari individu dan kondisi kesehatan mereka.

“Tidak semua kontrasepsi itu cocok dengan perempuan. Jadi, masing-masing individu mempunyai efek yang berbeda jadi sesuai dengan persetujuan keluarga maupun penyakit yang tengah diderita,” tutur dr. Dinda.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya