Pria di Brasil Meninggal Gegara Phenol Peeling, Kenali Bahayanya!

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Rabu 14 Agustus 2024 19:00 WIB
Bahaya phenol peeling. (Ilustrasi: Freepik.com)
Share :

BELUM lama ini viral di media sosial kasus salah seorang pria di Brasil yang meninggal dunia usai melakukan treatment phenol peeling. Phenol peeling atau dikenal juga dengan deep skin peel merupakan peeling yang menggunakan ‘cairan fenol’.

Peeling ini dapat mencapai ke dalam kulit yang ‘sangat dalam’ dan kerap dilakukan oleh pasien yang memiliki masalah kulit akibat paparan sinar matahari. Namun, kasus meninggalnya pria di Brazil usai melakukan phenol peeling tersebut menjadi sorotan. Melalui konten di akun TikToknya, Dokter Kecantikan Kulit, dr. Adrian lantas memberikan edukasi terkait tren treatment tersebut.

Dokter Adrian mengatakan, phenol peeling belakangan tengah menjadi tren. Hal tersebut lantaran banyak orang yang penasaran menjajal perawatan tersebut karena dinilai memberikan hasil yang cukup instan. Mulai dari menghilangkan bopeng, kerutan, hingga mengencangkan wajah.

“Peeling phenol ini memang lagi hype banget, lagi ngetren banget. Sampai-sampai pasien saya itu banyak banget yang nanya. Karena memang kalau kita lihat hasil before dan afternya dari phenol peeling ini hasilnya itu sangat signifikan. Hasilnya bagus banget,” ujar dr. Adrian, melalui akun TikToknya, @face_architect23.

“Yang pasien tadinya mukanya bopengnya dalam, langsung tiba-tiba kulitnya kelupas, jadi bopengnya hilang, kerutan hilang, mukanya kencang pokoknya hasilnya bagus banget,” tuturnya.

Namun, dr. Adrian menegaskan, masyarakat perlu berhati-hati dan tidak mudah tergiur untuk melakukan treatment satu ini. Pasalnya, perawatan satu ini menurutnya tidak bisa dilakukan sembarangan. Dia menyebut, phenol peeling sebenarnya hanya bisa dilakukan di rumah sakit dan tidak bisa hanya dikerjakan di klinik kecantikan biasa. Pasalnya, pasien diharuskan untuk menjalani prosedur pemeriksaan dan pemantauan tanda-tanda vital.

“Di sini saya ingin menjelaskan kalau phenopil itu tidak boleh dikerjakan di klinik tanpa pengawasan tanda-tanda vital. Jadi tanda-tanda vital itu apa? itu kalau teman-teman ke rumah sakit lihat ada monitor itu ada gambaran gerak detak jantungnya, terus ada saturasi oksigen, nah itulah tanda-tanda vital,” ujarnya.

“Jadi selama pasiennya treatment, peeling dengan phenol itu, jadi pasiennya itu monitor jantungnya segala macam, semua tanda-tanda vitalnya itu harus dimonitor, harus dilihat. Makanya pheno peeling itu harus dikerjakan di rumah sakit. Lebih bagus lagi kalau dikerjakannya di ruang operasi, jadi bisa termonitor dan kalau misalkan terjadi apa-apa ya bisa cepat penanganannya,” katanya.

Dokter Adrian melanjutkan, jika dilakukan di sembarang klinik, treatment phenol peeling memiliki sejumlah risiko tinggi yang bahkan mengancam nyawa!

“Makanya saya tidak punya pheno peeling dan saya juga tidak mau mengerjakannya pheno peeling. Jadi kenapa saya tidak mau? karena pheno peeling itu risikonya sangat tinggi sekali dan sangat berbahaya sekali,” katanya.

Kandungan phenol yang dioleskan di permukaan wajah saat melakukan phenol peeling nantinya akan masuk ke dalam pembuluh darah pasien. Hal tersebut lantas bisa memicu terjadinya arit Mia jantung alias gangguan fungsi jantung.

“Jadi phenol ini walaupun kita hanya mengoleskannya di permukaan wajah, dia bisa masuk ke dalam pembuluh darah kita. Setelah masuk ke dalam pembuluh darah kita, risiko yang pertama terjadi adalah aritmia jantung,” ujar dr. Adrian.

“Si phenolnya ini masuk ke pembuluh darah, dia mengganggu sistem elektrik dari si jantung ini. Jadi ya bahasa kasarnya mungkin jantungnya jadi koslet. Nah, yang terjadi apa? bisa dia jadi dia jantungnya pompa yang cepat,” tuturnya.

Tak hanya itu, kandungan phenol yang terserap ke dalam pembuluh darah itu juga bisa meningkatkan risiko depresi miokardium, dan akibatnya tak kalah fatal. Mulai dari mengganggu otot jantung sehingga tidak efektif dalam memompa darah ke seluruh tubuh, hingga mengakibatkan gagal jantung yang berujung kematian.

“Yang kedua adalah depresi miokardium. Nah yang kedua ini, depresi miokardium yang disebabkan oleh phenol itu sangat fatal, sangat berbahaya sekali. Karena si phenol ini menganggu otot jantung. Jadi kalau otot jantungnya menjadi lemah, jantung ini tidak efektif untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Yang terjadi apa? gagal jantung, meninggal,” tutupnya.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya