Korean Air Turbulensi Parah, Makanan Berhamburan dan Belasan Penumpang Luka

Nabila Febriyanti R, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 17:55 WIB
Pesawat Korean Air (Foto: Instagram/@hyuk_aviation)
Share :

PESAWAT Korean Air mengalami turbulensi parah pada akhir pekan lalu. Akibatnya, belasan penumpang terluka dan makanan yang disajikan saat penerbangan berhamburan di dalam kabin.

Kekacauan terjadi saat pesawat dengan nomor penerbangan 197 berpenumpang 281 orang mendadak mengalami kondisi buruk tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Incheon Korea Selatan pada Minggu, 4 Agustus 2024.

Berdasarkan laporan JoongAng Daily sebanyak 10 orang penumpang dan empat pramugari menderita cedera punggung dan leher ketika pesawat tujuan Mongolia itu tiba-tiba saja bergetar hebat selama kurang lebih 15 detik bertepatan dengan layanan makan.

“Orang-orang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlempar ke udara,” kata salah satu penumpang Kim Hae-in, mengutip New York Post.

(Foto: NewsFlash)

“Seorang penumpang terpental sangat tinggi, kepalanya terbentur langit-langit dan terjatuh ke lorong,” tambah blogger perjalanan ini.

Turbulensi tersebut terjadi saat penumpang selesai makan. Seketika pesawat menukik tajam sehingga orang-orang berteriak dan semua makanan terjatuh. Konditi itu menyebabkan kekacauan dan kepanikan di dalam kabin.

Foto-foto yang beredar di linimasa pascakejadian menunjukkan makanan, peralatan makan, dan nampan berserakan di sepanjang lorong kabin.

"Korban luka diberi obat pereda nyeri sampai mereka mendarat dengan selamat di Bandara Ulaanbaatar, Mongolia dan mendapat perawatan medis," ungkap juru bicara Korean Air.

 

Beruntung tak ada penumpang yang mengalami luka parah. “Kami menyarankan penumpang untuk meminimalkan pergerakan di sekitar pesawat saat berada di udara dan selalu mengencangkan sabuk pengaman saat duduk,” kata pihak maskapai dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Korean Air mengumumkan untuk menghapus Shin Ramyun, mie pedas yang membutuhkan air mendidih untuk menyiapkannya dari daftar menu dalam penerbangan mulai 15 Agustus 2024. Langkah itu diambil sebagai respons atas tren turbulensi yang belakangan marak terjadi.

Kebijakan itu juga diambil pascapesawat Singapore Airlines mengalami insiden turbulensi parah pada Mei yang menyebabkan seorang pria Inggris berusia 73 tahun tewas dan melukai sejumlah orang lainnya ketika mereka terlempar dari kursinya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya