TIFUS merupakan penyakit endemik penyakit yang selalu ada dan meningkat. Kondisi ini terjadi lantaran negara kita beriklim tropis serta kurangnya kesadaran untuk meningkatkan serta memperhatikan kebersihan diri dan makanan yang dikonsumsi.
Merangkum dari laman Instagram @dr.cahyono.sp, Kamis (27/6/2024), Pakar Pengobatan Holistik, dr. Cahyono mengatakan tifus disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Bakteri ini menempel dan menyerang usus manusia.
Jika tidak ditangani dengan tepat maka bisa menyebabkan pendarahan dan berakibat fatal. Adapun beberapa penyebab seseorang terserang tifus diantaranya:
1. Makanan yang di konsumsi kurang kebersihannya
Jarang mencuci tangan dengan benar sebelum mengonsumsi sesuatu apalagi setelah beraktivitas. Makanan yang tidak tertutup rapat sehingga di hinggapi lalat-lalat pembawa bakteri dan menempelkannya pada makanan kita.
2. Daya tahan tubuh seseorang menurun
Aktivitas yang tinggi serta kurangnya istirahat juga bisa memicu seseorang mengalami tifus. Sehingga pemenuhan istirahat yang cukup wajib diperhatikan dan tidak boleh disepelekan.
Adapun gejala yang timbul jika seseorang terserang tifus, diantaranya:
1. Demam Tinggi
Demam tinggi terkadang disertai menggigil biasanya muncul di pagi hari atau siang maupun sore hari. Demamnya rutin hingga lebih dari tiga hari. Demam menandakan adanya masalah infeksi dalam tubuh seseorang.
Jika mengalami hal ini makan bisa diatasi dengan banyak mengonsumsi air putih hangat, jika memmungkinkan, mengonsumi air alkali maka lebih baik. Konsumsi air minimal dua liter per hari dan kompres hangat pada kening ketiak dan selangkangan (khusu bayi dan anak).
Anda juga bisa menambahkan air putih dengan madu atau propolis untuk khasiat yang lebih baik.
2. Mual, muntah dan pusing
Adapun hal yang wajib dilakukan ketika seseorang terkena tifus, diantaranya:
1. Perbanyak konsumsi madu, kurma, propolis, dan habatussauda serta air putih hangat. Makanan tersebut efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Istirahat total (Bedrest total) tidak beraktivitas berat, agar tidak memperberat usus dan tidak menyebabkan pergesekan usus.
(Leonardus Selwyn)