Masih Obati Gondongan Anak dengan Blau? Mitos Lama yang Masih Menyebar

Syifa Fauziah, Jurnalis
Rabu 05 Juni 2024 13:33 WIB
Gondongan. (Foto: Freepik)
Share :

INDONESIA memang masih kaya akan mitos dan kepercayaan. Bukan hanya di bidang mistis, di bidang medis pun masih banyak tindakan-tindakan yang dipercaya mampu mengobati sebuah penyakit. Salah satunya adalah penggunaan blau untuk mengatsi gondongan.

dokter spesialis anak jebolan Universitas Gajah Mada, Dokter Fitria Mahrunnisa Sp.A, menyebut alat mencuci pakaian blau atau sabun tidak bisa menyembuhkan penyakit gondongan pada anak.

"Hanya mitos. Pemakaian Blau tidak bisa mengurangi pembengkakan penyakit gondongan atau menyembuhkan penyakit gondongan," kata Fitria seperti dilansir dari Antara.

Fitria mengatakan, penggunaan blau memang kerap dipakai pada anak-anak dengan penyakit gondongan. Blau pun dianggap mampu memberikan efek yang mirip dengan kompres dingin untuk meredakan penyakit gondongan.

Gondongan atau mumps adalah penyakit yang merusak kelenjar ludah dan disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus. Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini karena penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya (self-healing disease).

Oleh karena itu, pengobatan yang tepat adalah meredakan gejala dan mencegah risiko komplikasi dengan menggunakan obat antipiretik dan pemberian obat pereda nyeri atau parasetamol untuk mengurangi nyeri dan demam pada anak.

“Anak juga perlu istirahat yang cukup, minum air putih yang cukup, dan makan makanan lunak yang banyak airnya, seperti sup, buah-buahan, kentang tumbuk, bubur, agar mudah mengunyah,” ujarnya.

Dokter RS ​​Brawijaya Kemang ini menyarankan untuk menghindari makanan yang merangsang produksi air liur, seperti makanan pedas dan asam. Bisa juga dengan memencet penyakit gondongan dengan air dingin selama kurang lebih 10-20 menit pada area yang bengkak untuk mengurangi rasa nyeri.

Karena penyakit gondongan dapat sembuh sendiri dengan bantuan imunitas tubuh, penyakit ini jarang menimbulkan komplikasi, apalagi jika sudah melakukan vaksinasi. Namun pada beberapa kasus, penyakit gondongan dapat menyebabkan hal yang serius, seperti orkitis atau orkitis pada sekitar 20-50 persen remaja laki-laki, radang jaringan otak pada 15 persen kasus, pankreatitis pada 2-5 persen, dan ketulian pada 1,20.000 kasus.

Pencegahan terbaik adalah dengan vaksin campak, yang dapat diberikan bersamaan dengan vaksin campak dan rubella sejak usia 12 bulan. Tujuan vaksinasi adalah untuk mengurangi komplikasi dan penyakit yang lebih parah.

“Selain itu, upaya preventif dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, mencuci tangan, menghindari kontak dengan anak yang sakit dan istirahat yang cukup,” pungkas Fitria.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya