SEORANG pria berusia 21 tahun asal Malaysia baru-baru ini menjalani transplantasi kornea setelah menggosok matanya. Hal ini di akibatkan karena dia menggosok matanya secara berlebihan hampir sepanjang hidupnya.
Melansir dari Odditycentral pada Rabu (5/6/2024), Muhammad Zabidi telah menderita alergi sepanjang yang dia ingat. Sejak kecil, dia sering menggosok matanya sampai menjadi merah. Hal ini kemudian menjadi masalah yang serius ketika dia telah memasuki masa remajanya.
Pada usia 15 tahun, dia mulai mengalami penglihatan kabur di mata kanannya, bahkan keadaannya semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Hal tersebut akhirnya membuat dia memutuskan untuk menemui dokter.
Selanjutnya, dokter mengklaim bahwa kornea matanya tergores parah karena terus-menerus menggosok mata. Akibatnya, Muhammad Zabidi membutuhkan kornea yang baru untuk mendapatkan kembali penglihatannya.
Karena itu, pria muda tersebut baru-baru ini menjalani transplantasi korena, suatu prosedur di mana kornea yang rusak diangkat dan diganti dengan yang baru. Meskipun tidak ada rasa sakit karena dibius total, waktu pemulihannya cukup lama.
Menurut dokter yang menanganinya, Muhammad Zabidi mungkin memerlukan waktu dua bulan untuk dapat membuka mata kanannya. Namun, untuk pulih sepenuhnya membutuhkan waktu dua tahun.
Kasus pria berusia 21 tahun ini menjadi viral di negara asalnya hingga memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak yang terkejut karena mengetahui bahwa sesuatu yang tidak berbahaya seperti menggosok mata dapat menyebabkan transplantasi kornea.
Perlu diketahui, terdapat berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan kornea, salah satunya adalah kecerahan layar ponsel cerdas yang terlalu tinggi. Kecerahan layar ponsel cerdas yang terlalu tinggi dapat merusak kornea, untuk itu pastikan Anda mengatur kecerahan layar ponsel cerdas Anda.
(Leonardus Selwyn)