Kisah Seorang Anak Menderita Tonsurephobia hingga Terancam Keluar dari Sekolah

Masya Hanifa Putri, Jurnalis
Rabu 22 Mei 2024 11:00 WIB
Anak ini idap penyakit tonsurephobia. (Foto: Oddity Central)
Share :

SEORANG anak laki-laki bernama Farouk James terancam dikeluarkan dari sekolahnya karena memiliki rambut panjang. Anak berusia 12 tahun ini dikabarkan menderita tonsurephobia, di mana dia merasakan takut yang luar biasa akan memotong rambut.

Seperti fobia lainnya, tonsurephobia dapat menyebabkan gejala fisik seperti berkeringat, jantung berdebar-debar, hingga serangan panik ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang melibatkan pencukuran rambut.

Melansir dari odditycentral Rabu (22/5/2024) Farouk James diharuskan memotong rambutnya agar tidak melebihi kerah kemeja sesuai dengan peraturan sekolah.

Meskipun keluarganya telah mengirimkan catatan dokter kepada pihak sekolah yang menyatakan bahwa Farouk menderita tonsurephobia, pihak sekolah tetap memilih untuk mengabaikan catatan tersebut dan tegak pada aturan sekolah.

Ibu Farouk menyatakan bahwa sebelum mendaftarkan Farouk di sekolah tersebut, dia telah mengetahui peraturan sekolah terkait panjang rambut. Meskipun demikian, dia berharap bahwa mereka akan memberikan keringanan karena alasan medis, mengingat kondisi Farouk yang menderita tonsurephobia.

Namun, harapan tersebut pupus setelah Kepala Sekolah memberitahunya bahwa kondisi tonsurephobia putranya tidak dianggap sebagai fobia oleh sekolah, dan Farouk akan dikeluarkan kecuali dia memotong rambutnya.

Ibu Farouk, Bonnie Miller, menjelaskan bahwa putranya sudah mencoba mengikuti peraturan sekolah dengan cara mengepang rambut agar tidak tergerai berantakan.

Namun, tindakan ini dianggap melanggar peraturan sekolah di London yang melarang rambut dikepang. Karena tidak mematuhi aturan tentang panjang rambut, anak laki-laki berusia 12 tahun itu telah beberapa kali dihukum, bahkan terancam dikeluarkan dari sekolah.

Farouk mengatakan bahwa dia memiliki tonsurephobia dan narkolepsi. Hal ini yang menyebabkannya secara tiba-tiba tertidur. Dia menjelaskan bahwa kedua kondisi ini saling berhubungan. Bahkan dia sering mengalami mimpi buruk tentang rambutnya dipotong. Baginya, pihak sekolah tampak tidak memahami kondisinya.

Mereka menganggap hal ini sebagai alasan untuk mempertahankan penampilannya di sekolah. Farouk mengaku bahwa ia sering mendapatkan hukuman akibat rambutnya yang panjang. Dia mengatakan bahwa pernah mendapat hukuman berjam-jam dari sekolahnya.

“Hukuman ini bertambah berat dari waktu ke waktu, mulai dari setengah jam, satu jam, dan mencapai dua jam pada hari Jumat pekan ini. Hal ini akhirnya mengarah pada tindakan yang lebih berat, seperti isolasi, skorsing, dan akhirnya dikeluarkan dari sekolah,” tuturnya.

Ibunya mengungkapkan bahwa dia telah berusaha untuk membujuk anaknya agar mau memotong rambut. Hal ini karena Farouk sangat menyukai sekolah tersebut, dan ibunya sangat menghargai pendidikan yang diberikan di sana. Meskipun demikian, mereka telah melakukan segala upaya, termasuk mulai melakukan terapi psikologis untuk mengatasi fobia Farouk.

Farouk bahkan menyatakan kepada ibunya bahwa jika rambutnya dipotong, dia merasa hidupnya tidak lagi bermakna. Miller menegaskan bahwa ia bahkan telah mengirimkan bukti pada pihak sekolah saat Farouk sedang berada di tukang cukur rambut agar anaknya dapat tetap bersekolah.

Namun sayangnya pihak sekolah tidak memberikan tanggapan mengenai hal ini. Mereka mengatakan harus menghormati kerahasiaan ketika menyangkut masalah yang berkaitan dengan individu dalam komunitasnya.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya