KERAP mendapat julukan bocah kosong, ternyata di dalam otak gamer Nita Vior ada virus hidup yang menghambat proses berpikir. Hal itu membuat cara kerja otaknya menjadi agak lambat dibanding orang biasa.
Cerita itu dia ungkapkan di akun YouTube Raditya Dika. Dia menceritakan hal itu terjadi karena saat ibunya mengandung vior sering mengonsumsi makanan mentah. Sang ibu, menganggap makanan mentah sehat, justru karena kebiasaan itulah banyak virus yang berdampak pada janin di dalam kandungan.
"Iya jadi dulu, mami aku aaktu hamil, sering makan makanan mentah, biar sehat. Eh tau-taunya banyak virus jadi kena ke kandungannya. Jadi pas aku dalam perut mamiku makan banyak virus, terus virusnya ke kandungannya ke janinnya, jadinya aku diserang banyak virus," ujar Vior seperti dikutip dari Podcast Raditya Dika, Jumat (3/5/2024).
Hingga saat ini virus tersebut masih bersemayam di tubuhnya, bahkan virus tersebut masih hidup di dalam otaknya hanya saja dalam kondisi tidak aktif alias dilemahkan.
"Tapi virusnya masih ada di otak, kata dokter nggak bisa dihilangkan bisanya tidurin aja. Ada virusnya, namanya torso bella (rubella)," tuturnya.
Ya mengonsumsi makanan mentah memang berbahaya, terutama bila dikonsumsi oleh ibu hamil. Makanan tersebut biasanya telah terkontaminasi parasit Toxoplasma gondii.
Dilansir dari website Siloam Hospital, beberapa makanan yang berisiko tinggi terkontaminasi parasit penyebab toksoplasmosis adalah daging mentah atau belum matang sempurna dan susu yang belum dipasteurisasi. Selain itu juga konsumsi buah dan sayur yang tidak dicuci bersih dan menggunakan air mengalir.
Ibu hamil yang konsumsi makanan mentah dan tidak dicuci bersih bisa menimbulkan masalah kesehatan serius. Ibu hamil yang terinfeksi toksoplasmosis bahkan berisiko menyebabkan cacat janin hingga keguguran. Bahayanya, ibu hamil yang terinfeksi juga dapat menularkan toksoplasmosis pada bayi baru lahir dan menyebabkan terjadinya toksoplasmosis kongenital pada bayi.
Bayi yang baru lahir akan mengalami ruam pada kulit, gangguan jantung, organ hati, bayi kuning, kejang, hingga gangguan perkembangan, pendengaran, dan penglihatan. Virus ini juga dapat menyerang beberapa organ vital, seperti paru-paru, otak, dan mata, apabila penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Hal itu membuat anak mnejadi lemah otot, tampak bingung, dan mengalami penurunan kesadaran.
Toksoplasmosis pada banyak kasus dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan medis. Namun, infeksi toksoplasmosis yang terjadi pada seseorang dengan kondisi tertentu, seperti daya tahan tubuh lemah dan ibu hamil, dibutuhkan penanganan medis untuk mengobati toksoplasmosis.
Pada ibu hamil, pengobatan toksoplasmosis akan disesuaikan dengan usia kehamilan. Dokter akan memberikan spiramycin apabila usia kehamilan kurang dari 16 minggu. Jika infeksi terjadi di atas 16 minggu, dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan kombinasi terapi pyrimethamine, sulfadiazine, dan leucovorin.
(Leonardus Selwyn)