SEKELOMPOK ilmuwan dari Universitas Fudan di Shanghai berhasil mengungkap wajah kaisar China yang hidup sekitar 1.500 tahun lalu. Rekonstruksi wajah sosok penguasa kuno itu dilakukan dengan menggunakan analisis DNA.
Melansir Newsweek, Kamis (18/4/2024) pengungkapan wajah kaisar bernama Wu dari dinasti Zhou Utara China yang masa pemerintahannya berlangsung dari 560 M hingga 578 M itu berhasil dilakukan setelah ilmuwan mengekstraksi DNA dari jenazahnya.
Para peneliti mengekstraksi materi genetik dari sisa-sisa jenazah tersebut dan menggabungkan data ini dengan pemeriksaan tengkorak untuk merekonstruksi wajah sang penguasa dalam 3D. Hasilnya Kaisar Wu ternyata memiliki wajah yang tampan.
Materi genetik menunjukkan bahwa kaisar memiliki mata coklat, rambut hitam dan kulit berwarna gelap hingga sedang. Hasil analisis dan rekonstruksi 3D juga menunjukkan bahwa wajahnya mirip dengan orang-orang yang tinggal di Asia utara atau timur saat ini.
“Beberapa pakar mengatakan Xianbei memiliki penampilan yang ‘eksotis’, seperti janggut tebal, batang hidung mancung, dan rambut kuning. Analisis kami menunjukkan Kaisar Wu memiliki karakteristik wajah khas Asia Timur atau Timur Laut," kata salah satu ilmuwan, Shaoqing Wen.
Analisis genetik penelitian menunjukkan bahwa orang Xianbei menikah dengan etnis Han ketika mereka bermigrasi ke selatan menuju Tiongkok utara. Di mana Han adalah kelompok etnis Tiongkok terbesar yang mencakup sekitar 90 persen dari total populasi daratan saat ini.
“Ini adalah informasi penting untuk memahami bagaimana manusia purba menyebar di Eurasia dan bagaimana mereka berintegrasi dengan masyarakat lokal,” kata Wen.
Hasil analisis ini juga memberikan petunjuk baru tentang kematian Kaisar Wu, yang meninggal pada usia 36 tahun. Dikatakan bahwa Kaisar berisiko lebih tinggi terkena stroke. Hal ini berbeda dari pendapat sebelumnya yang menyatakan kaisar wafat karena diracun musuh.
Untuk diketahui, Kaisar Wu adalah seorang penguasa yang sangat berpengaruh yang membangun militer yang kuat dan menyatukan bagian utara Tiongkok kuno setelah mengalahkan dinasti Qi Utara. Pada 1996, para arkeolog menemukan makam kaisar di barat laut Tiongkok, yang berisi sisa-sisanya, termasuk tengkorak yang hampir lengkap.
(Leonardus Selwyn)