Mengapa Anak yang Sudah Divaksin BCG Tetap Terkena Tuberkulosis? Ini Penjelasannya

Syifa Fauziah, Jurnalis
Kamis 04 April 2024 11:00 WIB
Vaksinasi BCG untuk bantu ringankan infeksi tuberkulosis. (Foto: Freepik.com)
Share :

PADA 2022, Kementerian Kesehatan menyebut Indonesia saat ini menempati urutan ketiga dengan kasus tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, setelah India dan China.

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami batuk kronis hingga sesak napas.

Salah satu cara mencegah rantai penularan TB adalah dengan imunisasi BCG. Imunisasi BCG adalah salah satu imunisasi dasar anak yang tidak boleh terlewatkan. Selain menghindari penyakit tuberkulosis, vaksin BCG juga dapat mencegah terjadinya radang otak (meningitis) akibat dari komplikasi TB.

Dokter Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) menjelaskan bayi di Indonesia memang harus vaksinasi BCG yang ditujukan untuk mencegah infeksi Tuberkulosis pada bayi dan anak-anak.

“Vaksin ini sudah ada sejak 100 tahun yang lalu bahkan lebih,” ujar dr Erlina dalam cuitannya di X @erlinaburhan, Kamis (4/4/2024).

Dokter Erlina mengatakan vaksin BCG memang efektif untuk mencegah sakit TB. Namun ada juga sebagian anak-anak yang tetap terinfeksi bahkan kemudian menjadi sakit TB.

“Karena sudah menjalani vaksin BCG maka biasanya TB-nya enggak berat. Ini salah satu keuntungan dari melakukan vaksinasi,” katanya.

Sedangkan lanjut dr Erlina, untuk orang dewasa vaksin BCG memang tidak efektif. Oleh sebab itu dibutuhkan vaksin baru untuk menggantikan BCG.

“Tapi meskipun demikian, kami tetap mengharapkan bayi-bayi di seluruh Indonesia untuk divaksin. Karena dari data pun menunjukkan bahwa memang bisa mencegah TB tidak menjadi berat. Syukur-syukur bisa juga mencegah terjadinya Tuberkulosis,” kata dr Erlina.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya