KUCING Caracal menjadi perbincangan publik setelah viral unggahan instagram story selebgram cantik, Rachel Vennya.
Dalam unggahannya, Rachel mengaku kesal dengan tingkah mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin karena telah menelantarkan kucing Caracal peliharaannya.
Sementara itu, di unggahan eksklusifnya, Rachel Vennya membawa kucing tersebut ke ahli gizi satwa untuk mendapat perawatan.
Dan setelahnya, ia berencana memberikan kucing itu kepada orang yang bersedia merawat dengan sepenuh hati.
Aksi yang dilakukan oleh Rachel Vennya ini merupakan bentuk kecintaannya terhadap binatang. Terlebih, kucing Caracal adalah salah satu jenis kucing yang sangat mahal.
(Foto: Pexels/Michael M)
Melansir World Population Review, Kamis (28/3/2024) harga satu ekor kucing Caracal bisa menyentuh angka USD1.500 USD hingga USD20.000 atau setara dengan Rp23,7 juta hingga Rp317 juta.
Di Indonesia sendiri, harganya berkisar Rp30-45 juta untuk kucing Caracal jantan dan Rp25-35 juta untuk betina. Harga fantastis itu disebabkan karena kucing jenis Caracal bukanlah merupakan kucing biasa.
Melansir Exotic Animal For Sale, kucing ini berasal dari sabana kering di hutan Afrika Tengah, Selatan, dan Barat. Beberapa juga bisa ditemukan di kawasan Asia Barat Daya dan Timur Tengah.
Kucing Caracal kerap juga disebut sebagai Lynx Persia. Telinganya berbeda dengan kucing biasa di mana kucingnya berumbai dan dapat berputar. Hal ini agar mereka bisa melihat mangsa yang ada di sekelilingnya.
Telinga Caracal memiliki lebih dari 20 otot untuk berputar. Rumbai di telinganya berfungsi untuk memperkeras suara yang masuk ke telinga dan juga untuk berkomunikasi.
(Foto: Pexels/Annari du Plessis)
Selain karena keunikannya yang tidak dimiliki oleh spesies kucing yang lainnya, harga kucing Caracal yang sangat mahal juga disebabkan karena masalah konservasinya.
Kucing ini secara resmi dilindungi secara hukum di sebagian besar habitatnya. Hanya pemilik tanah di Namibia dan Afrika Selatan yang boleh menyerang Caracal. Itu pun boleh dilakukan jika kucing ini menjadi ancaman di wilayah permukiman penduduk.
(Rizka Diputra)