PASIEN tuberkulosis atau TB dianjurkan untuk minum obat dalam durasi waktu biasanya 6-9 bulan. Obat yang diminum tentunya tidak boleh terlewat sekalipun karena dapat menjadi tidak efektif. Biasanya bila terlewat satu waktu pengobatan TB akan diulang dari awal.
Lantas bagaimana bila pasien TB berpuasa? Apa akan menganggu pengobatan? Atau pasien TB tidak dianjurkan puasa?
Dokter Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) mengatakan puasa itu wajib dan harus tetap dijalankan, tetapi minum obatnya bisa dipindahkan.
“Kalau biasanya pagi maka ketika puasa dipindah setelah berbuka,” ujar dr Erlina dalam cuitannya di X @erlinaburhan, Rabu (20/3/2024).
Dokter Erlina menjelaskan obat TB dianjurkan untuk diminum saat perut kosong. Jadi bisa menggunakan beberapa strategi.
“Misal, batalkan puasanya dulu, kemudian minum obat, setelah itu baru makan takjil, salat Maghrib, dan setengah jam kemudian baru makan,” katanya.
“Tapi sudah lapar banget nih Dok. Ya oke. Tidak apa-apa langsung makan, tapi minum obatnya tunggu 2 jam setelah makan. Jadi ketika perutnya sudah mulai kosong barulah minum obat,” tuturnya.
Namun bila pasien TB bingung menghitung jam, maka bisa ambil waktu minum obatnya saat sebelum atau setelah salat isya, maupun sebelum tidur.
“Minum saat sahur juga bisa. Asalkan jangan lupa. Karena kadang-kadang ada yang kelewat kan sahurnya, minum obatnya pun jadi ikut kelewat,” tuturnya.
Menurut dr Erlina obat TB diminum malam hari, yakni setelah berbuka, sebelum atau setelah salat isya, kemudian bisa juga sebelum tidur.
“Pilihannya banyak kan. Tidak terbatas. Tidak usah galau, Anda tetap bisa berpuasa dan rajin minum obat,” ucapnya.
(Leonardus Selwyn)