APAKAH boleh makan gorengan langsung saat buka puasa? Pertanyaan ini sering kali muncul di kalangan masyarakat selama bulan Ramadhan. Banyak orang yang merindukan sensasi menikmati gorengan yang gurih dan renyah setelah seharian menahan lapar dan haus.
Sekadar informasi, gorengan menjadi camilan yang kerap muncul saat berbuka puasa. Penting untuk menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak tinggi secara berlebihan bisa memiliki dampak negatif pada kesehatan tubuh.
Namun, apakah boleh makan gorengan langsung saat buka puasa?
Menurut dr. Sarah Brewer, seorang ahli gizi dan penulis buku kesehatan dari Inggris, tidak dianjurkan untuk langsung makan gorengan saat buka puasa. Melansir dari beberapa sumber, Rabu (13/3/2024) Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya:
1. Meningkatkan risiko dehidrasi
Gorengan merupakan makanan yang tinggi lemak dan garam. Mengkonsumsinya saat perut kosong dapat menarik air dari tubuh ke dalam usus untuk membantu pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, terutama setelah seharian berpuasa.
2. Gangguan pencernaan
Gorengan yang tinggi lemak dan kalori dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti heartburn, mual, dan kembung, terutama pada orang yang memiliki masalah pencernaan. Kandungan lemak yang tinggi dalam gorengan membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga dapat menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman.
3. Memperlambat penyerapan nutrisi
Lemak dalam gorengan dapat memperlambat penyerapan nutrisi dari makanan lain yang dimakan bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan rasa lapar lebih cepat dan menghambat tubuh mendapatkan energi yang dibutuhkan.
4. Meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis
Makan gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, dan penyakit kronis lainnya.
5. Memicu rasa kantuk
Gorengan tinggi kalori dan lemak dapat menyebabkan rasa kantuk. Hal ini dapat mengganggu aktivitas setelah berbuka puasa.
6. Tidak mengenyangkan
Meskipun tinggi kalori, gorengan tidak mengandung banyak serat. Hal ini menyebabkan rasa lapar lebih cepat dan tidak mengenyangkan dalam jangka panjang.
7. Berpotensi mengandung zat berbahaya
Gorengan yang digoreng dengan minyak panas dan berulang kali dapat mengandung zat berbahaya seperti akrilamida yang berisiko kanker.
8. Meningkatkan risiko diabetes
Gorengan yang tinggi karbohidrat dan lemak dapat meningkatkan kadar gula darah dan risiko diabetes.
Oleh karena itu, apakah boleh langsung makan gorengan saat buka puasa?
Jawabanya, meskipun gorengan tidak dianjurkan untuk langsung dikonsumsi saat berbuka puasa, namun ada beberapa langkah yang dapat diambil jika ingin mengonsumsi gorengan saat buka puasa untuk menjaga kesehatan. Pertama, penting untuk makan gorengan dalam porsi kecil, mengingat kandungan lemak tinggi dalam makanan tersebut.
Selanjutnya, disarankan untuk menunggu beberapa saat setelah berbuka puasa sebelum mengonsumsi gorengan, untuk memberi waktu pada tubuh untuk menyesuaikan. Selain itu, sangat baik jika mengonsumsi gorengan bersama dengan makanan yang kaya akan serat seperti sayur-sayuran, yang dapat membantu dalam proses pencernaan.
Untuk meminimalkan dampak negatif, gunakanlah minyak goreng yang sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, dan hindari menggoreng dengan minyak yang sama berulang kali, untuk menghindari terbentuknya senyawa berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan.
(Leonardus Selwyn)