MENSTRUASI atau haid merupakan salah satu pertanda bahwa kondisi fisik wanita telah pulih pasca keguguran. Selain itu, datangnya haid setelah keguguran juga bisa jadi pintu peluang bagi pasangan untuk mencoba program kehamilan kembali.
Namun ada seorang netizen yang curhat kalau dia belum menstruasi selama dua bulan pasca keguguran. Curhatan itu dia sampaikan kepada Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes melalui akun X atau Twitter @dokterdara.
“Dok, saya belum mens dua bulan. Namun ketika testpack, hasilnya negatif. Apakah ada kaitan dengan riwayat keguguran saya?” tanya seorang warganet kepada saya lewat DM,” tulis dr Dara dalam cuitannya.
Dalam kesempatan itu dia pun menjelaskan terkait menstruasi yang tidak teratur pasca keguguran.
“Jadi kasus testpack negatif karena belum mens itu bisa normal, bisa juga enggak,” tuturnya.
Menurut dr Dara, kondisi normal bisa berkaitan dengan rasa terpukul dan stres yang dialami Ibu setelah mengalami keguguran.
“Hormon Ibu belum normal sehingga akhirnya belum keluar mensnya,” katanya.
Bagi para wanita yang mengalami hal tersebut todak perlu khawatir. Apalagi bila sudah dipastikan bahwa testpack-nya negatif.
“Sedangkan untuk kondisi enggak normal, itu kalau ada masalah komplikasi pada saat proses kuret akibat keguguran yang lalu. Kuret yang terlalu dalam bisa membuat rongga rahimnya lengket. Kondisi ini dinamakan sebagai sindrom asherman. Nah otomatis darah mensnya enggak keluar,” katanya.
Untuk kondisi tidak normal ini sebaiknya seorang wanita disarankan untuk memeriksa ke dokter kandungan.
“Baiknya kalau sudah dua bulan maka boleh dipertimbangkan untuk diperiksa ke dokter kandungan. Agar dicari tahu apakah semata-mata masalah hormon atau jangan-jangan ada sindrom asherman," tuturnya.
(Leonardus Selwyn)