Menkes Sebut Kesehatan Masyarakat Bakal Difokuskan pada Upaya Promotif

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Minggu 03 Maret 2024 20:00 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Kemenkes)
Share :

BELUM lama ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pertemuan perencanaan pembangunan layanan kesehatan dengan tema 'Perencanaan Pembangunan Pelayanan Kesehatan Sampai Tingkat Desa Tahun 2025-2027'.

Dalam pertemuan itu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelayanan kesehatan primer menjadi layanan yang paling dekat di masyarakat, dengan fokus menjaga orang tetap sehat daripada mengobati orang sakit.

“Menjaga tetap sehat itu bukan sifatnya kuratif tapi promotif, itu sebabnya kenapa dikumpulin karena sejak jamannya orde baru berhenti kita lupa ngurusin gimana caranya hidup sehat , kita lebih banyak ngurusin gimana caranya ngobatin orang sakit,” kata Menkes Budi, dikutip dari keterangan resmi Sehat Negeriku, Minggu (3/3/2024).

Menurutnya, dengan kesehatan seseorang yang dapat terjaga, masyarakat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan lebih produktif. Apalagi, Indonesia akan memasuki puncak demografi pada 2030. Sehingga kekhawatiran Menkes tentang kesehatan yang buruk seperti stunting dapat menghambat perkembangan otak dan mengurangi produktivitas.

“Kalau dia nggak sehat sejak bayi, stunting, nggak mungkin dia bisa pintar, perkembangan otaknya juga kurang karena dia stunting. Bolehlah kalau dia pintar, tapi kalau kena stroke sehingga dia tergeletak di Rumah yah nggak mungkin dia bisa kerja dan produktif,” ucapnya.

Untuk itu, upaya menjadikan masyarakat Indonesia tetap sehat merupakan ide besar para pendahulu-pendahulu yang luar biasa. Sehingga, program revitalisasi akan melibatkan pembangunan 300 ribu Posyandu tingkat dusun, 85 ribu Puskesmas Pembantu, dan revitalisasi 10 ribu Puskesmas di Kecamatan/Kelurahan.

Lebih lanjut, revitalisasi ini juga dilakukan sebagai bentuk menjalankan program kesehatan yang melibatkan semua siklus hidup. Mulai dari balita hingga lansia diharapkan bisa mendapatkan pelayanan di Puskesmas dan Posyandu dengan perlengkapan layanan skrining, imunisasi, dan edukasi, serta transformasi menuju pelayanan yang lebih digital.

“Semua alat kesehatan harus dilengkapi mulai dari layanan, skrining, imunisasi, dan edukasi serta seluruh pelayanan menjadi digitalisasi agar pelayanan lebih murah, sederhana, dan lebih cepat,” tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya