PAUS pembunuh (Orca) bernama Kiska, mati di taman hiburan MarineLand, Ontario, Kanada pada 9 Maret 2023 lalu. Kiska ditangkap di Islandia bersama Keiko, orca dalam film Free Willy tahun 1979.
Keiko dijual ke taman hiburan Meksiko, tetapi akhirnya direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke perairan Islandia.
Kematian Kiska dilaporkan karena infeksi bakteri pada usia sekitar 47 tahun. Hewan ini kerap dikenal sebagai orca paling kesepian di dunia.
Menghabiskan lebih dari empat dekade hidup di penangkaran. Kelompok People for the Ethical Treatment of Animals mengatakan kelima anak Kiska mati sebelum usia 7 tahun.
(Foto: 6ix.buzz)
Secara umum orca liar adalah hewan sosial yang hidup dalam kelompok keluarga, memburu bersama, dan berkomunikasi melalui bunyi klik dan panggilan di bawah air. Sementara, Kiska berenang sendiri di dalam akuarium tanpa bentuk, tanpa anak, pasangan, atau induk di sisinya.
Terdapat salah satu rekaman video nampak Kiska terhanyut dengan lesu, saat anak laki-laki di balik kaca di akuarium mencoba menarik perhatiannya.
“Kis-kaaa! Kis-kaa! Kis-kaaa!” serunya saat paus itu melayang seperti tak sadarkan diri, mengutip The Guardian.
Melansir Huffpost, pada video lain Kiska membenturkan kepala ke dinding akuarium yang sempat viral pada Desember 2021. Bahkan, video tersebut sampai ditonton jutaan kali. Oleh karena itu, MarineLand didakwa telah menggunakan hewan secara tidak sah.
Kepergian Kiska membuat kesedihan yang meluas. “Sungguh menyedihkan mengetahui bahwa Kiska tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dipindahkan ke suaka paus. Merasakan kebebasan yang pantas ia dapatkan,” kata Camille Labchuk, direktur eksekutif kelompok nirlaba Kanada, Animal Justice, mengatakan kepada CBC.
Para aktivis kelautan juga memuji paus tersebut karena menginspirasi perubahan mengenai perlindungan hewan laut.
“Sangat sedikit hal positif yang dapat diambil dari kematian Kiska, tetapi banyak hewan yang mati dengan cara yang sama, padahal setidaknya dia akan diakui sebagai yang terakhir, dan orca yang sebagian besar menciptakan dan mengilhami RUU S-203,” kata Demers mantan anggota staf MarineLand.
(Foto: ctvnews)
Kematian Kiska terjadi empat tahun setelah Kanada mengesahkan undang-undang S-203. Undang-undang tersebut melarang penangkapan dan pembiakan paus, lumba-lumba, dan mamalia laut lainnya.
Meskipun, undang-undang baru itu terlambat untuk Kiska—individu yang sudah ditangkap tidak termasuk dalam perlindungan. Namun, para aktivis mengatakan bahwa kisah Kiska penting untuk menarik perhatian publik terhadap penderitaan mamalia laut dalam penangkaran.
(Rizka Diputra)