MENGEMAS ransel lalu pergi ke pegunungan bersama teman-teman. Memberi tahu keluarga bahwa Anda akan mendaki. Namun, apakah itu hiking atau trekking atau keduanya?
Jika bingung membedakan trekking dan hiking, Anda tidak sendirian. Kebanyakan orang sering menganggap trekking dan hiking sebagai sinonim. Meskipun keduanya mirip, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan.
Trekking berarti melakukan perjalanan yang jauh atau sulit, terutama dengan berjalan kaki. Hiking adalah kegiatan kegiatan berjalan-jalan di alam bebas untuk bersenang-senang.
Melihat definisi tersebut, Anda dapat melihat bahwa tidak banyak yang membedakan kedua aktivitas tersebut.
Keduanya pada dasarnya berarti berjalan jauh. Namun, trekking memerlukan lebih banyak waktu dan pengaturan yang lebih baik.
(Foto: Pexels)
Selain itu, hiking digambarkan sebagai jalan kaki, sedangkan trekking adalah perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa trekking lebih dari sekadar jalan kaki biasa. Mengutip laman Maya Maya, berikut lima perbedaan antara hiking dengan trekking.
1. Durasi
Durasi adalah salah satu perbedaan paling menonjol antara kedua aktivitas ini. Trekking biasanya berlangsung setidaknya dua hari, tetapi seringkali lebih lama dari itu. Di sisi lain, durasi hiking lebih singkat dibandingkan trekking.
Ketika seseorang pergi hiking, biasanya berjalan kaki selama beberapa jam atau bahkan hiking seharian penuh. Hiking juga dapat dilakukan dalam semalam, tetapi tidak memakan waktu beberapa hari.
2. Medan tempuh
Para pendaki (hikers) seringkali menggunakan jalur pendakian yang ditandai dan melewati pegunungan, hutan, bukit, atau lingkungan alam lainnya yang ingin dijelajahi. Trekking tidak selalu melalui jalur yang ditandai dan seringkali melewati alam yang belum terjamah.
(Foto: Fitday)
Contohnya, gunung, jalan, pantai, dna hutan. Dalam aspek ini, trekking memiliki lebih banyak kebebasan karena trekkers tidak mengikuti jalur dan marka. Dengan cara ini, mereka melihat alam yang belum tersentuh.
3. Akomodasi
Hiking juga bisa menjadi pengalaman bermalam. Meski begitu, markasnya biasanya di satu tempat. Misalnya, orang tinggal di pondok gunung dan pergi mendaki gunung setiap hari ke puncak yang berbeda, selalu kembali ke pondok gunung sebagai markasnya.
Orang yang melakukan trekking tidak pernah kembali ke lokasi yang pernah mereka datangi sebelumnya. Perjalanan mereka berfokus pada tujuan tertentu. Setiap kali trekkers berhenti, mereka menginap di akomodasi yang berbeda tergantung rute dan kondisi cuaca.
4. Peralatan
Peralatan yang diperlukan untuk hiking dan trekking tidak bisa secara logika. Anda hanya memerlukan hal-hal dasar untuk mendaki seperti sepatu atau sepatu bot yang bagus.
Mengenakan pakaian yang dapat menangani perubahan cuaca atau suhu drastis dan tas punggung untuk menyimpan air, makanan, dan kebutuhan lainnya.
Hiking tidak diperlukan kompas atau peta. Seringkali, jalur pendakian ditandai petunjuk ke mana harus pergi dan seberapa jauh jarak dari lokasi Anda saat ini.
Lain halnya dengan trekking, Anda akan membutuhkan lebih banyak peralatan untuk trekking. Mulai dari peta atau kompas, kantong tidur, alas tidur, jaket tahan air, tongkat jalan, pakaian serba guna yang menyerap keringat dan cepat kering.
(Foto: Pexels)
5. Kesulitan
Trekking membutuhkan tingkat usaha yang berbeda. Dibutuhkan kesiapan mental dan fisik, serta latihan untuk melakukan perjalanan berhari-hari tanpa henti. Lain hal dengan hiking yang merupakan aktivitas rekreasi.
Hiking dapat dilakukan oleh banyak orang meskipun belum pernah mendaki sebelumnya. Hiking dapat memilih jalur yang tepat untuk kemampuan fisik Anda.
Biasanya, jalurnya dilengkapi dengan tingkat kesulitan, atau menyatakan berapa jauh jaraknya, sehingga Anda bisa menyadari betapa sulit medan tersebut.
(Rizka Diputra)