Heboh Temuan Bangkai Ikan Pari Buntung, Ternyata Ada Kebijakan seperti Ini di Australia

Khansa Azzyati Qisthina, Jurnalis
Senin 29 Januari 2024 15:01 WIB
Bangkai ikan pari buntung ditemukan di tepi Sungai Swan, Perth, Australia (Foto: Facebook)
Share :

SEBUAH keluarga yang tengah liburan menemukan ikan pari 'cacat' di tepi Sungai Swan, Perth, Australia. Bangkai ikan pari tersebut ditemukan dalam kondisi sayap terpotong dari tubuhnya alias buntung.

“Mengerikan melihat bagian depan Zephyr Cafe hari ini sambil mencari ikan pari lokal yang berkunjung,” tulis saksi mata yang mengalami trauma tersebut melalui postingan di halaman media sosial komunitas lokal.

“(Kami) malah menemukan ini," tambahnya.

Foto-foto yang diposting menunjukkan bangkai ikan pari yang nyaris tidak dapat dikenali, sedikit tersamar oleh pasir dan air sungai di sekitarnya. “Anak-anak kami sangat terpukul,” ujar dia.

“Siapa yang melakukan ini? Jejak darah yang banyak, sayap hilang dan kepala ditombak. Siapa yang dapat kami beri tahu? dinas perikanan?” sambungnya.

(Foto: Facebook)

Juru bicara Departemen Industri Primer dan Pembangunan Daerah (DPIRD) mengatakan, mereka telah menerima beberapa laporan tentang ikan pari yang ditemukan tanpa sayap di Sungai Swan dalam 12 bulan terakhir.

Ikan pari memiliki sayap bertulang rawan yang terkadang dipancing untuk dimakan sebagai makanan lezat di beberapa negara.

Ikan ini sangat rentan terhadap penangkapan yang berlebihan karena pertumbuhannya yang lambat, kemampuan reproduksi yang lambat, dan jumlah anak yang dilahirkan hanya sedikit. Meski tidak disukai, di negara bagian Australia Barat, nelayan diperbolehkan mencabut sayap ikan pari.

Namun, juru bicara DPIRD mengatakan, meninggalkan baangkai ikan pari begitu saja tidak bisa ditolerir. Departemen tersebut menetapkan ikan pari yang mati kemungkinan besar adalah ikan pari elang, spesies ikan pari yang dapat ditangkap secara legal oleh para pemancing.

“Kami selalu mengimbau semua nelayan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan alami,” kata juru bicara tersebut, menyitat News.com.au.

Nelayan juga diimbau untuk menjaga kebersihan pantai dan saluran air dengan membawa pulang sampah termasuk wadah makanan dan umpan, puntung rokok, dan sampah lainnya.

Mereka dilarang membuang kerangka atau jeroan ikan dekat jalur perahu atau pantai tempat berenang. Sebab kotoran ikan yang membusuk dapat menarik perhatian hiu dan berdampak pada pengguna pantai lainnya.

Jika tidak tersedia tempat sampah, nelayan disarankan untuk membawa pulang bagian tangkapan yang tidak diinginkan untuk dipupuk di kebun atau dibekukan. Kemudian, membuangnya melalui pengumpulan sampah rumah tangga mereka.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya