SEBANYAK dua penumpang Jalur Pesiar Norwegia kedapatan membawa lebih dari 100 paket ganja ke dalam kapal yang berangkat dari Miami menuju Inggris.
Menurut tuntutan pidana yang diajukan di Distrik Selatan Florida, kedua penumpang yakni Michael Quesenberry dan Savannah Rose Minami diduga membawa sekitar 71,9 kilogram ganja ke dalam kapal pesiar yang dijadwalkan berangkat dari Miami menuju Southampton, Inggris, pada 11 Januari 2024 lalu.
Pihak berwenang menemukan Quesenberry dan Minami berada di ruang penumpang bersama ketika penemuan tersebut terjadi. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan lebih dari 100 kantong ganja di dalam kabin mereka.
Kedua tersangka ditangkap dan dihadapkan pada tuntutan pidana yang serius terkait dengan kepemilikan dan penyelundupan narkoba.
Pihak berwenang berharap bahwa tindakan keras terhadap kasus semacam ini akan memberikan pesan yang kuat bahwa upaya untuk membawa narkoba melintasi perbatasan tidak akan ditoleransi.
Sementara itu, perusahaan kapal pesiar Jalur Norwegia mengonfirmasi bahwa mereka telah bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas penegak hukum dalam penyelidikan ini. Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang adalah prioritas utama mereka, dan mereka tidak akan menolerir aktivitas ilegal apapun di atas kapal mereka.
(Foto: Instagram/@norwegiancruiseline)
Melansir The Independent, kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, dan pihak berwenang berusaha untuk mengungkap sisi terang dari jaringan penyelundupan narkoba yang melibatkan penumpang kapal pesiar.
Ms. Minami mengklaim bahwa dia belum pernah bertemu Mr. Quesenberry sebelum mereka bertemu di sebuah bar di kapal. Menurut pernyataannya, petugas penegak hukum membiarkannya naik ke kapal tanpa kecurigaan.
Namun, pengaduan pidana menyatakan bahwa seekor anjing pelacak narkoba memberitahu pihak berwenang untuk menemukan 56 kantong berisi 'bahan berdaun hijau' yang tersegel rapat di bagasi Quesenberry.
Mr. Quesenberry sendiri mengklaim bahwa mariyuana ini untuk penggunaan pribadi dan dia memiliki kartu mariyuana medis di California, demikian disampaikan melalui pernyataan tertulis.
Setelah laporan tersebut, petugas keamanan dalam negeri setempat diizinkan naik ke kapal untuk mencari Ms. Minami. Upaya pencarian itu menyisir seluruh kapal, dengan harapan menemukan barang-barang terlarang yang mungkin dimiliki oleh Ms. Minami.
Sementara investigasi terus berlanjut, kedua tersangka dihadapkan pada tuntutan pidana serius terkait kepemilikan dan penyelundupan narkoba. Setelah menemukan mereka di sebuah bar di kapal, petugas melakukan penggeledahan terhadap kopernya dan berhasil menemukan 56 kantong ganja tambahan.
Penyelidik menyatakan bahwa kemasan dan jumlah ganja yang ditemukan konsisten dengan perdagangan dan distribusi narkoba. "Berdasarkan pelatihan dan pengalaman saya, kemasan dan jumlah ganja di bagasi milik Quesenberry dan Minami konsisten dengan perdagangan dan distribusi narkoba," kata penyidik melalui pernyataan tertulis.
"Selanjutnya, berdasarkan pelatihan dan pengalaman saya, para pengedar narkoba semakin beralih ke ekspor ganja dari Amerika Serikat ke Inggris, karena harga ganja yang lebih tinggi di Inggris," sambung dia.
Kedua tersangka didakwa melakukan persekongkolan untuk mengedarkan zat terlarang secara terencana. Perusahaan pelayaran, termasuk Norwegian Cruise Line, telah mengeluarkan larangan ketat terhadap penumpang membawa ganja ke dalam pesawat, bahkan dalam bentuk obat.
Larangan tersebut mencakup produk-produk yang mengandung CBD (cannabinoid), THC (tetrahydrocannabinol), minyak, permen, dan permen karet yang terkait dengan ganja.
Dalam pernyataan kepada USA Today, Norwegian Cruise Line menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan para tamu adalah prioritas utama mereka. Sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan dan keamanan, perusahaan tersebut memiliki hak untuk menyita barang-barang yang melanggar larangan tersebut dan dapat memberitahu pihak berwenang bila diperlukan.
(Rizka Diputra)