MEDIA sosial dihebohkan dengan aksi seorang pria berusia 70 tahun yang meninggal dunia usai berhubungan badan dengan seorang wanita berusia 60 tahun di Lokalisasi Bong Cino, Batang. Berdasarkan hasil pemeriksaan diduga korban meninggal dunia akibat adanya penyakit penyerta seperti jantung atau overdosis obat kuat.
Sebab, pada temuan di lokasi kejadian ditemukan sebungkus minuman obat kuat yang baru saja dikonsumsi korban, meskipun temuan seperti tanda-tanda penganiayaan tidak ada pada tubuh korban.
Berkaca dari kejadian tersebut apakah obat kuat benar bisa menyebabkan kematian?
Menurut Dokter Spesialis Seksolog, dr Haekal Anshari mengatakan maka terminologi obat kuat yang dimaksud harus jelas terlebih dahulu. Sebab, istilah obat kuat merujuk kepada obat yang bisa membantu membangkitkan gairah dan meningkatkan ketahanan berhubungan seksual. Sedangkan yang ada di benak masyarakat contohnya pil biru.
“Dinamakan pil biru karena pil ini memang berwarna biru, yaitu brand Viagra yang sebenarnya merupakan obat resep atau bukan obat bebas. Viagra pun sebenarnya diindikasikan untuk meningkatkan dan mempertahankan kekerasan ereksi penis yang optimal. Sehingga bisa melakukan hubungan seksual yang memuaskan,” kata dr Haekal kepada MNC Portal Indonesia, Selasa 23 Januari 2024.
Sebenarnya brand itu bukanlah obat kuat untuk membangkitkan gairah seksual dengan sendirinya seperti yang dibayangkan masyarakat. Karena gairah seksual dipengaruhi oleh multifaktor seperti testosteron, kondisi fisik, rangsangan seksual, pandangan dan pengalaman seksual sebelumnya, serta keterlibatan emosional dengan pasangan.
Oleh sebab itu, overdosis obat kuat bisa menyebabkan kematian sebenarnya belum tentu kebenarannya. Asalkan, pada obat tersebut bukan obat yang mengandung zat bisa menurunkan kadar gula darah, dan lain-lain, yang apabila dikonsumsi bisa menyebabkan bahaya dan overdosis.
“Karena banyak sekali obat palsu yang ternyata mengandung zat selain Sildenafil. Misalnya zat yang dapat menurunkan kadar gula darah, dan lain-lain,” ucap dr Haekal.
“Viagra sebenarnya juga memiliki efek menurunkan tekanan darah sehingga tidak benar kalau Viagra bisa menyebabkan serangan jantung. Kemungkinan penyebab seseorang terkena serangan jantung memang sudah memiliki riwayat penyakit sebelumnya dan keterbatasan aktivitas fisik berat seperti hubungan seksual,” katanya.
(Leonardus Selwyn)