BERJALAN di bawah rintikan hujan memang terasa seru dan menyenangkan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa air hujan yang jatuh di kepala kerap membuat pusing setelahnya?
Sejauh ini, memang belum ada bukti ilmiah yang secara khusus mengaitkan air hujan dengan sakit kepala. Namun menurut Cleveland Clinic, perubahan cuaca, terutama perubahan tekanan udara atau tekanan barometrik seperti hujan, telah dikaitkan dengan sakit kepala.
Hal ini terjadi karena adanya perubahan tekanan udara yang dapat memengaruhi sistem saraf dan vaskular dalam tubuh. Lalu bagaimana sebenarnya proses yang terjadi hingga air hujan dapat menyebabkan pusing? Berikut ulasannya dilansir dari berbagai sumber, Jumat, (19/1/2024).
1. Ada perubahan suhu dan tekanan pada tubuh
Seperti yang disebutkan sebelumnya, saat kehujanan, tubuh Anda tidak hanya akan basah karena terkena air namun juga akan ada perubahan suhu menjadi lebih dingin. Kondisi tersebut akan menciptakan perbedaan tekanan udara dari luar dengan udara di dalam tubuh, terutama pada bagian hidung. Perubahan suhu ini lah yang bisa menyebabkan sakit.
Hal yang serupa juga terjadi ketika kita sedang naik pesawat, di mana saat pesawat lepas landas, tubuh kita akan mengalami perubahan tekanan dan menyebabkan telinga kita menjadi berdenging atau sakit.
2. Air hujan membuat daya tahan tubuh rendah
Ternyata, ketika kita terkena hujan, imun di dalam tubuh Anda juga akan menurun walaupun hanya sementara. Alasannya karena air hujan mengandung banyak parasit dan kuman. Apalagi, parasit dapat bertahan lebih lama dalam suhu dingin. Jadi, wajar saja kalau Anda langsung merasa pusing setelah terpapar oleh air hujan dalam periode waktu tertentu.
Pusing karena perubahan cuaca seperti hujan dapat terjadi kepada siapapun. Meski demikian, biasanya ciri yang dialami bukan hanya pusing saja, karena ada beberapa gejala lain seperti bagian sekitar wajah dan leher terasa kaku, muncul rasa mual dan ingin muntah, hingga lebih sensitif terhadap cahaya.
(Leonardus Selwyn)