Kasus Polio Jawa Timur Ditetapkan sebagai KLB, Ini Tanggapan Siti Atikoh

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis
Jum'at 19 Januari 2024 20:28 WIB
Siti Atikoh beberkan strategi atasi polio. (Foto: TPN)
Share :

KASUS polio di Jawa Timur ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) dan berhasil menggegerkan masyarakat sejak beberapa waktu lalu. Terkait hal tersebut istri calon presiden (capres) nomor tiga Ganjar Pranowo mengatakan pencegahan terhadap penyakit Polio jadi pekerjaan rumah bersama sehingga harus dilakukan bersama-sama.

"Sekarang kan (statusnya) KLB ya, jadi perlu kewaspadaan dari seluruh pihak agar status ini benar-benar bisa ditahan," ucap Siti Atikoh di hadapan emak-emak saat menghadiri istighosah kebangsaan di Jatim Expo, Surabaya, Jumat (19/1/2024).

Atikoh mengatakan, KLB Polio yang terjadi di Jawa Timur ini mungkin disebabkan karena kurangnya cakupan imunisasi. Terlebih, hampir dua tahun belakang pemerintah fokus penanganan pandemi.

"Mungkin kita agak kecolongan kemarin ketika pandemi sehingga imunisasinya itu coverage kurang," ucap Atikoh.

Ibunda Alam Ganjar ini sangat menyayangkan kondisi tersebut. Padahal dalam delapan tahun terakhir, Indonesia sudah bebas dari polio. Agar kondisi dapat kembali menjadi bebas polio, Siti Atikoh menekankan edukasi untuk para ibu-ibu perlu ditingkatkan.

Dia berharap, emak-emak pengajian yang hadir di lokasi turut menjadi agen mengampanyekan hidup sehat karena ini juga faktor penyebaran virus polio. Tidak berhenti sampai di situ, Siti Atikoh pun berharap para orangtua bisa mendapatkan edukasi tentang imunisasi polio.

"Seluruh pihak perlu ada edukasi terkait dengan yang pertama adalah pencegahan. Jalan satu-satunya ya imunisasi, kepada anak-anak karena yang rentan anak di bawah umur 5 tahun. Imunisasinya harus benar-benar konkret, 5 kali dan 6 kalinya booster," tutur Atikoh.

Berbicara tentang kesehatan, Siti Atikoh pun menjelaskan jika hal tersebut pun menjadi prioritas dalam program kerja calon presiden dan wakil presiden nomor 3, Ganjar-Mahfud. Nantinya pencegahan polio akan dikuatkan melalui program satu desa satu fasker dan satu nakes.

Selain itu Ganjar-Mahfud nantinya akan memberdayakan kader posyandu dengan memberikan insentif tiap bulannya.

"Kemudian posyandu. Itu kan dari oleh untuk rakyat. Jadi ini benar-benar berbasis komunitas dan program Ganjar-Mahfud itu memberikan insentif kepada kader posyandu. Indonesia punya posyandu Rp330 ribu lebih dan kadernya Rp1,5 juta," ucap Siti Atikoh.

"Tentu itu tidak berat bagi negara kalau kita memang mau mencetak generasi unggul dengan cara semua warga negara itu kuat dan sehat," katanya.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya