FENOMENA pneumonia yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di Indonesia maupun sejumlah negara lainnya ternyata menimbulkan efek cukup berat pada penderitanya.
Penderita yang biasanya didominasi oleh kalangan anak-anak ini membuat sejumlah masyarakat terkadang tidak menyadari bahwa kondisi itu ternyata dibuat oleh dirinya sendiri. Justru orang lain yang ikut merasakan dampaknya.
Dokter Umum sekaligus Healthy Educator, dr Kevin Mak menjelaskan kebiasaan ini memang seringkali ditemukan dan terjadi saat didekat anak, kebiasaan itu adalah merokok.
“Satu kebiasaan ini meningkatkan resiko anak Anda terkena pneumonia apalagi saya yakin kebiasaan ini seringkali dilakukan tanpa disadari yaitu merokok di dekat anak,” kata dr Kevin, dikutip dalam akun TikToknya @drkevinmak, Jumat (12/1/2024).
Menurut dr Kevin, untuk para orangtua atau keluarga yang memiliki kedekatan pada anak-anak sebaiknya jangan mementingkan ego sendiri hingga membuat sang anak menjadi korban rokok pasif. Sebab kandungan yang ada pada rokok memiliki dampak bahaya jika terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan.
“Coba para bapak-bapak dan ibu-bu yang sering merokok atau vape dekat anak jangan buat anak Anda jadi korban rokok pasif, mau itu rokok konvensional atau rokok elektrik itu sama saja,” ucap dr Kevin
“Karena ada partikel berbahaya seperti nikotin, tar, dan juga polutan lainnya yang dapat mencemari udara dan akhirnya dihirup ke dalam saluran nafas si kecil nih,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr Kevin menyarankan sehabis bepergian dari luar rumah atau tempat keramaian, agar segera melakukan kegiatan bersih-bersih diri sebelum menyentuh anak.
Hal itu bertujuan agar partikel-partikel yang menempel pada pakaian Anda sebelumnya seperti rokok tidak menyebar kepada anak. Sehingga dengan mandi atau mengganti pakaian terlebih dahulu, seseorang juga dapat meminimalisir anak untuk mengalami pneumonia.
(Leonardus Selwyn)