PERNAHKAH Anda mendengar istilah sering minum es dapat menyebabkan batuk atau sakit tenggorokan semakin parah? Ya, biasanya orangtua akan mengingatkan anaknya, agar tidak meminum es disaat kondisi tubuhnya sedang tidak baik.
Lantas apakah pernyataan tersebut benar?
Dokter Umum sekaligus Health Educator, dr Kevin Mak menjelaskan sebetulnya kondisi seperti ini tidak benar adanya. Dengan kata lain seseorang yang meminum es tidak akan menyebabkan batuk atau radang tenggorokan.
“Beberapa studi dan dokter luar negeri bahkan menyarankan meminum es saat terjadi radang seperti amandel atau gusi yang bengkak,” kata dr Kevin, dikutip dalam akun TikToknya @drkevinmak, Rabu (9/1/2024).
Menurutnya, di Indonesia sendiri gejala batuk dan pilek itu didominasi karena adanya infeksi virus Kondisi ini ditambah dengan daya tahan tubuh yang menurun seperti saat sedang terjadinya perubahan cuaca. Alhasil meminum es tidak ada kaitannya dengan memperparah batuk ataupun sakit tenggorokan.
Namun sayangnya, yang perlu digaris bawahi di beberapa daerah ada oknum yang menggunakan dalam pembuatan es seringkali tidak diperhatikan kualitasnya. Hal inilah yang membuat es menjadi tidak higienis dan dapat mengandung bakteri yang sudah terkontaminasi virus, sehingga berujung dengan memperparah kondisi batuk atau sakit tenggorokan.
Di sisi lain, polusi udara yang terjadi terutama di kota-kota besar juga tidak dapat dielakkan. Ditambah kondisi tubuh yang kelelahan akibat menjalani aktivitas setiap harinya, tentu membuat kondisi itu semakin buruk.
Apakah minum es saat kondisi batuk atau sakit tenggorokan diperbolehkan?
Dokter Kevin menjawab boleh, tetapi tetap memperhatikan kondisi tubuh, sumber air, dan frekuensi minum.
“Jadi kalau Anda mau minum es itu sah dan boleh-boleh saja, tetapi pastikan sumbernya bersih, tidak berlebihan, dan jaga daya tahan tubuh Anda,” ucap dr Kevin.
(Leonardus Selwyn)