KECELAKAAN kereta api merupakan peristiwa tragis yang dapat mengakibatkan cedera serius bahkan kematian. Penyebab kecelakaan kereta api sangat beragam, dan seringkali melibatkan faktor manusia, teknis, dan lingkungan.
Kecelakaan kereta pun masih kerap terjadi di Indonesia. Salah satunya, kecelakaan yang telah terjadi oleh tabrakan KA Turangga dan KA Lokal Bandung di wilayah Cicalengka, Bandung pada Jumat pagi kemarin.
Penyebab pasti kecelakaan kereta adu banteng itu masih simpang siur. Lantas, apa saja faktor yang kerap menjadi penyebab kecelakaan kereta api? Berikut sepuluh di antara penyebabnya seperti dikutip Okezone dari laman Shiner Law Group.
1. Kelalaian
Kecelakaan kereta api sering kali disebabkan oleh kelalaian, baik dari pihak perusahaan kereta api, insinyur, kondektur, atau karyawan lainnya.
Peralatan yang tidak berfungsi dengan baik atau kegagalan sinyal juga dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan. Menuntut perusahaan kereta api untuk mempertanggungjawabkan operasional mereka dan menyimpan semua materi terkait dapat membantu meningkatkan keselamatan.
Kereta api anjlok (Foto: MPI/Avirista)
2. Murni kesalahan manusia (human error)
Kesalahan manusia, seperti kurangnya pelatihan atau jam kerja yang panjang, dapat menyebabkan kecelakaan.
Karyawan kereta api harus menerima pelatihan yang memadai dan diingatkan akan pentingnya kewaspadaan untuk menghindari kesalahan yang dapat berujung fatal.
3. Pejalan kaki dan pengendara mobil
Terkadang, kecelakaan kereta api bukanlah kesalahan dari pihak kereta api. Pejalan kaki yang tidak memerhatikan atau pengemudi yang terganggu dapat menjadi penyebab tabrakan.
Rel kereta api (Foto: Pixabay)
Kesadaran akan sekitar lintasan kereta dan tanda peringatan perlintasan penting untuk mengurangi risiko ini.
4. Kegagalan mekanis
Suku cadang yang rusak atau peralatan yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan kegagalan mekanis. Pemeliharaan dan pemeriksaan rutin peralatan dan rel harus dilakukan untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh faktor ini.
5. Kereta berkecepatan tinggi
Pengoperasian kereta di atas kecepatan yang ditetapkan dapat mengakibatkan kecelakaan serius. Pengendalian kecepatan dan kepatuhan pada aturan lalu lintas sangat penting untuk menghindari dampak yang berpotensi fatal.
6. Rel rusak atau ada penghalang
Rel yang tidak terpasang dengan benar atau adanya halangan seperti pohon, pipa atau benda lainnya di rel dapat menyebabkan kecelakaan. Pemeriksaan teratur dan penanganan cepat terhadap masalah ini dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
7. Tergelincir
Benda-benda di lintasan, kesalahan teknisi, atau kereta yang melaju terlalu cepat dapat menyebabkan tergelincir.
Pengawasan yang ketat terhadap kondisi jalur dan operasional kereta dapat membantu menghindari risiko ini.
8. Perlintasan tanpa palang pintu dan tanda peringatan
Perlintasan tanpa tanda peringatan dapat membahayakan pengemudi dan pejalan kaki. Pemasangan palang perlintasan dan sinyal peringatan di semua titik penyeberangan adalah langkah kritis dalam meningkatkan keselamatan.
Kereta api (Foto: Pixabay)
9. Kendaraan terjebak di rel
Mobil yang terjebak di rel dapat menyebabkan kecelakaan yang serius. Pemilik kendaraan harus tahu bagaimana mengatasi situasi ini dengan menyalakan kembali kendaraan atau mendorong kendaraan segera mungkin.
Jika waktu tidak cukup, pemilih dapat meninggalkan kendaraan untuk menghindari risiko kematian.
10. Orang bunuh diri
Sayangnya, beberapa orang memilih mengakhiri hidup mereka dengan berdiri di rel kereta yang sedang melaju atau kendaraan lain. Hal ini tidak hanya memengaruhi kehidupan individu tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan orang-orang yang melihatnya.
Meski demikian, dalam beberapa kasus, kondektur kereta api mungkin masih memiliki tanggung jawab karena mereka mungkin dapat menghentikan kereta tepat waktu sebelum tabrakan terjadi.
(Rizka Diputra)