PENUTUPAN jalur pendakian wisata di Kawah Ijen ternyata hanya bertahan beberapa hari saja. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengumumkan akan membuka kembali akses pendakian ke Kawah Ijen pada akhir pekan ini tepatnya pada Sabtu, 6 Januari 2024 besok. Namun, ada persyaratan terbaru yang harus dipenuhi oleh pengunjung.
Dikutip dari akun Instagram resmi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, @bbksda_jatim_official, ada persyaratan terbaru bagi pengunjung kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang akan diberlakukan mulai tanggal 6 Januari 2024.
Persyaratan terbaru ini diterapkan sebagai upaya meningkatkan pengalaman dan keselamatan bagi pengunjung, serta dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Berikut syarat terbaru yang wajib dipenuhi wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata alam Kawah Ijen;
1. Wisatawan dalam keadaan sehat (fisik dan mental), tidak memiliki riwayat penyakit asma, jantung dan wajib menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter
Kawah Ijen (Foto: Javabalidestinations)
2. Tiket tidak termasuk asuransi, semua pengunjung disarankan untuk memiliki asuransi kecelakaan pribadi
3. Jika terjadi kecelakaan dalam pendakian/ kunjungan dan menyebabkan cedera/meninggal, menjadi tanggung jawab pribadi dan tidak menuntut kepada pengelola TWA Kawah Ijen
4. Menyiapkan peralatan keselamatan pribadi (sepatu antiselip, jaket dingin, masker, hand sanitizer, dll)
5. Tiket yang sudah dibayar tidak dapat berubah hari pendakian atau dibatalkan/pengembalian uang
6. Dengan membaca dan check list di bawah ini berarti anda setuju dengan syarat dan ketentuan di atas
Kawah Gunung Ijen yang berwarna hijau toska selalu jadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung.
Pemandangan itu bisa dilihat di lereng Gunung Ijen yang berada di antara Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur.
Pesonanya banyak memikat wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Wisatawan rela mendaki gunung hingga ketinggian 2.386 mdpl.
Adapun warna hijau toska yang muncul di Kawah Ijen dikarenakan adanya fenomena blue fire. Fenomena tersebut dipicu oleh tingkat keasaman air ketika tercampur belerang.
(Rizka Diputra)