Pentingnya Ajak Anak Berolahraga, Orang Tua Jangan Mager!

Syifa Fauziah, Jurnalis
Selasa 26 Desember 2023 04:00 WIB
Pentingnya ajak anak berolahraga. (Foto: Freepik.com)
Share :

OLAHRAGA adalah salah satu aktivitas yang dapat menyehatkan tubuh. Tak hanya orang dewasa, olahraga bisa dimulai sejak bayi lho. Banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika anak-anak melakukan olahraga, mulai dari merangsang tumbuh kembang hingga melatih soft skill si anak.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) mengatakan saat ini banyak orang tua yang membatasi anaknya untuk beraktivitas fisik. Ditambah lagi para orang tua mager alias males gerak untuk berolahraga, sehingga anak tidak terbiasa melakukan kegiatan tersebut.

"Olahraga sangat diperlukan oleh anak dan remaja, hal tersebut dapat memunculkan proses tumbuh kembang dan juga survival skill pada sang anak," ujar dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dalam Media Briefing yang dilakukan Pengurus Besar Ikatan Dokter Anak Indonesia (PB IDAI) secara daring, belum lama ini.

Di sisi lain, Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr Rini Sekartini, Sp.A.(K) menjelaskan tak hanya bermanfaat untuk fisik, olahraga bermanfaat juga bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi stres, meningkatkan keterampilan akademik serta psikososial.

"Tapi olahraga tetap harus disesuaikan dengan kemampuan pertumbuhan sang anak. Kalau anak mengalami gizi buruk ya sebaiknya jangan olahraga, perbaiki dulu gizinya, dan tidak boleh dipaksakan," tutur dr Rini.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak dan remaja membutuhkan sekitar 60 menit berolahraga fisik setiap harinya. Bentuk aktivitas dan olahraga yang dianjurkan untuk dilakukan antara orang tua dan anak di antaranya jogging, olahraga aerobik, berlari, naik sepeda cepat, berjalan kaki menanjak, dan bela diri.

“Untuk naik sepeda terkait perkembangan, anak usia 3 tahun maka harus diajarkan sepeda roda tiga. Sekarang lagi musim balance bike ya, padahal konsep balance bike berbeda dengan sepeda. Jadi, kalau ada orang tua punya anak usia 1-2 tahun, sebaiknya beli sepeda roda tiga dulu, jangan balance bike. Kalau sudah bisa roda tiga, baru coba balance bike,” kata Rini.

Sedangkan untuk aktivitas fisik berat, dapat diterapkan pada anak usia sekolah dasar meliputi berjalan cepat lebih dari lima kilometer per jam, berjalan mendaki bukit, berjalan membawa beban di punggung, dan jogging dengan kecepatan delapan kilometer per jam.

“Aktivitas fisik berat juga bisa dilakukan dengan memindahkan perabot rumah yang berat, bersepeda lebih dari 15 kilometer per jam dengan lintasan mendaki, bermain bola basket, sepak bola, badminton, dan bola voli,” katanya.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya