SINTERKLAS atau Santa Claus merupakan tokoh populer dan ikonik dalam perayaan Natal. Dia disebut sebagai sosok pelindung dan suka memberikan hadiah. Menariknya lagi sinterklas selalu ketawa dengan nada yang unik, "ho ho ho".
Menjelang Natal, banyak toko-toko, pusat perbelanjaan dan rumah-rumah mulai dihiasi pernak-pernik, lampu-lampu, dan ornamen Natal yang identik dengan merah dan hijau. Karakter sinterklas dengan sosok berjenggot putih dan mengenakan jubah merah juga hadir di berbagai tempat.
Sinterklas selalu membagikan hadiah kepada anak-anak menjelang Natal. Namun, masih ada satu hal yang belum diketahui banyak orang tentang maskot Natal ini, mengapa Sinterklas mengatakan "ho, ho, ho"?
BACA JUGA:
Melansir dari Best Life Online, Selasa (12/12/2023), menurut Merriam-Webster, slogan tersebut digunakan untuk mempresentasikan dari tawa. Jadi, ketika Sinterklas mengucapkan "ho, ho, ho", dia sebenarnya tidak mengatakan apa-apa, melainkan sedang tertawa. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Santa tidak mengatakan "ha, ha, ha" jika dia sedang tertawa.
Jawabannya adalah pada sosoknya. Salah satu ciri khas Sinterklas yang paling ikonik adalah perutnya yang bulat dan ketika seseorang mengatakan "ho, ho, ho," suara tersebut dianggap berasal dari perutnya. Ungkapan ini juga sering dikaitkan dengan kehangatan dan usia tua, yang keduanya sangat cocok dengan citra Santa.
Bahkan, "ho, ho, ho" telah menjadi bagian ikonik dari pesona Sinterklas sehingga Canada Post menggunakan karakter HOH OHO sebagai kode pos untuk surat-surat yang dikirim ke Sinterklas, lho!
BACA JUGA:
Namun, Sinterklas bukanlah satu-satunya tokoh yang menggunakan frasa "ho, ho, ho." Sebuah karakter fiktif Jolly Green Giant dari Dongeng Grimm dikenal sering mengucapkannya, begitu juga dengan Jabba the Hutt dari seri Star Wars.
Namun, perlu diingat bahwa Sinterklas tidak mengucapkan "ho, ho, ho" di semua negara. Di Australia, Sinterklas tua yang periang, Sinterklas Nick, dilarang mengucapkan "ho, ho, ho" pada tahun 2009 karena takut tawa tersebut dapat menakuti anak-anak di sana.
(Salman Mardira)