KINI Bandara Sam Ratulangi, Manado, kembali mengaktifkan thermoscan sebagai upaya antisipasi masuknya Covid-19 dari Singapura. Terlebih, Manado punya akses penerbangan langsung dari Singapura.
Singapura sendiri mencatatnya kasus Covid-19 sudah lebih dari 22 ribu. Varian yang mendominasi adalah EG.5 dan jumlah kasus kemungkinan terus bertambah setiap harinya.
Nah, apakah langkah yang dilakukan Bandara Sam Ratulangi perlu ditiru pintu masuk lainnya? Bagaimana respons Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terkait ini?
BACA JUGA:
Menurut Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Prof Erlina Burhan mengaktifkan kembali thermoscan bukan suatu keharusan untuk saat ini.
"Kondisi kita belum sampai sejauh itu," kata Prof Erlina dalam konferensi pers virtual PB IDI, Rabu (6/12/2023).
BACA JUGA:
Jadi, untuk saat ini upaya pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat adalah memastikan diri masing-masing aman dari paparan virus Covid-19 dengan menggunakan masker.
"Pakai masker itu keren! Bukan hanya mencegah Covid-19, tapi juga mycoplasma pneumonia yang sedang merebak juga kasusnya," terangnya.
Pakai masker harus menjadi habit masyarakat lagi, terlebih bagi mereka yang sakit. Kata Prof Erlina, sakit yang dimaksud termasuk bersin-bersin atau batuk pilek.
"Mereka yang batuk pilek, bersin-bersin, atau sedang tidak enak badan, sangat disarankan pakai masker," ungkapnya.
"Kita juga punya hal untuk mengingatkan orang di sekitar kita agar pakai masker," tambah Prof Erlina.
(Dyah Ratna Meta Novia)