KABAR gembira datang dari dunia konservasi Indonesia. Seekor bayi badak sumatera berkelamin jantan lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung, pada Sabtu 25 November 2023 sekitar pukul 01.44 WIB.
Badak bernama Delilah yang berusia 7 tahun melahirkan anaknya pada hari ke-460 atau 10 hari lebih cepat dari perkiraan. Induk badak maupun anaknya kini dalam pengawasan dan kondisinya keadaan baik.
Bayi badak tersebut merupakan anak pertama dari badak Delilah, hasil perkawinan dengan badak jantan bernama Harapan.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan bahwa SRS TNWK sukses menghasilkan lima individu badak sumatera dalam beberapa tahun terakhir. Masing-masing badak bernama Andatu lahir pada 2012, Delilah lahir di 2016, Sedah Mirah lahir pada 2022, anak ketiga badak Ratu-Andalas lahir 30 September 2023, dan anak dari Delilah-Harapan (25 November 2023).
BACA JUGA:
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Satyawan
Pudyatmoko mengatakan bahwa program konservasi ini bertujuan untuk menghasilkan anak badak sumatera dan mempertahankan keberlangsungan hidup spesies badak sumatera yang kini terancam punah.
“Anak-anak badak sumatera hasil pengembangbiakan di SRS TNWK kedepannya dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya,” katanya seperti dikutip dari laman ppid.mhhlk.go,id, Selasa (28/11/2023).
Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1106 Tahun 2018, badak sumatera atau Dicerorhinus sumatrensis merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia.
Di dalam IUCN Red List, status konservasi badak sumatera saat ini adalah critically endangered/CR.
Badak sumatera merupakan badak terkecil di dunia yang masih hidup, dan merupakan satu-satunya badak Asia yang mempunyai dua cula.
(Salman Mardira)