SEORANG ibu dua anak bernama Michelle Whitehead meninggal dunia karena terlalu banyak minum air mineral. Tragedi ini terjadi saat dirinya sedang dirawat di Unit Kesehatan Mental Millbrook di Nottinghamshire.
Kini, sang suami meminta pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit. Mengutip dari New York Post, Michelle Whitehead masuk ke rumah sakit pada 5 Mei 2021. Dua hari kemudian, tepatnya 7 Mei 2021, Michelle dinyatakan meninggal dunia.
Kala itu, Michelle minum air mineral secara berlebihan tanpa sepengetahuan staf rumah sakit. Perilaku tersebut membuat Michelle mengalami koma dan meninggal dunia.
“Seandainya mereka bertindak lebih awal, Michelle akan dibawa ke ICU dan diberi infus. Itu akan menyelamatkan hidupnya,” Michael Whitehead, suami Michelle dikutip dari New York Post, Senin(27/11/2023).
Setelah meninggal dunia dan jasadnya melalui proses pemeriksaan, ternyata Michelle mengalami kondisi polidipsia psikogeni. Kondisi tersebut adalah ciri-ciri orang yang suka mengonsumsi asupan air mineral secara berlebihan.
Namun, dokter di rumah sakit gagal mendiagnosa kondisi tersebut sehingga Michelle diizinkan untuk memiliki akses air tanpa pengawasan di kamarnya. Keadaan ini tentu memperburuk kondisi kesehatan Michele.
Tidak hanya sampai di situ, investigasi lebih lanjut menunjukkan jika staf di rumah sakit diduga memberikan obat penenang untuk tidur. Sayangnya, bukannya tidur, Michelle malah mengalami koma. Akhirnya Michelle dipindahkan ke Rumah Sakit King's Mill, di mana dia meninggal karena kadar natrium yang rendah karena air minum yang berlebihan.
Kebanyakan Minum Air Mineral Sebabkan Meninggal Dunia
Asupan air yang ekstrim menyebabkan pembengkakan otak yang akhirnya membunuhnya. BBC melaporkan bahwa Nottinghamshire Healthcare NHS Foundation Trust mengakui delapan kegagalan termasuk tidak mematuhi kebijakan mereka setelah Michelle ditenangkan dan staf terganggu oleh ponsel mereka.
Investigasi menyimpulkan bahwa kegagalan unit kesehatan mental 'mungkin lebih dari minimal' berkontribusi pada kematiannya
Unit kesehatan mental diminta untuk menjadi lebih baik dalam mendeteksi polidipsia psikogenik di masa depan untuk mencegah kematian seperti ini terulang lagi. CEO Nottinghamshire Healthcare NHS Foundation Trust, Ifti Majid pun meminta maaf kepada keluarga.
“Kami sedang mempertimbangkan temuan juri dan koroner. Kami mengakui bahwa ada aspek perawatan yang tidak berkualitas sebagaimana mestinya dan akan mengatasi kekhawatiran yang diangkat sehingga pengalaman pasien sekarang dan di masa depan ditingkatkan,” kata Ifti.
(Leonardus Selwyn)