KINI kasus cacar monyet atau Mpox di Tanah Air terus peningkatan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan jumlah penderita Mpox kini meningkat jadi 51 pasien.
Hal ini dibenarkan oleh Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kemenkes RI, Ngabila Salama. Dia menjelaskan di DKI Jakarta sendiri total kasus positif mencapai 38 pasien, dengan positivity rate PCR 23 Persen.
“Semua bergejala ringan, semua tertular dari kontak seksual, semua laki-laki usia 25-50 tahun,” kata dr Ngabila kepada MNC Portal Indonesia.
BACA JUGA:
dr Ngabila meminta agar penanganan Mpox sebagai Infeksi Menular Seksual (IMS) dan kolaborasi dengan program HIV harus dikencangkan seperti kolaborasi TB-HIV-DM.
“Semua pasien Mpox wajib dilanjutkan pemeriksaan HIV dan IMS lainnya,” ujarnya.
dr Ngabila juga mengatakan, semua pasien HIV dan IMS juga perlu dilakukan diskrining aktif gejala Mpox. Jika ditemukan ada yang terkontak erat (meskipun tidak bergejala) dalam waktu satu bulan terakhir dengan positif mpox, maka harus segera dilakukan swab PCR.
“Apalagi jika bergejala, harus segera diswab PCR Mpox,” tutur Ngabila.
BACA JUGA:
Dikutip dari Antara, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin untuk cacar monyet atau Mpox jumlahnya sangat terbatas dan mahal. Oleh karena itu salah satu solusi untuk pencegahan terkena Mpox saat ini, dengan tidak melakukan hubungan seks bebas.
"Karena saat ini vaksin sangat terbatas dan cukup mahal, hal yang terbaik menghindari praktik seks berisiko apalagi kalau mengetahui pasangan seks kita memiliki gejala Mpox jangan melakukan hubungan seks dan segera isolasi diri," katanya.
Dia menjelaskan kelompok berisiko yang dimaksud yakni orang yang melakukan seks dengan berganti-ganti pasangan dan memiliki banyak pasangan, serta pelaku seks sesama jenis. Umumnya, kata dia, kasus cacar monyet terjadi karena hubungan seks sesama jenis.
Dia mengatakan apabila masyarakat melihat atau merasakan gejala Mpox dapat segera melakukan isolasi. Selain itu, orang yang miliki risiko harus segera mendapatkan vaksinasi.
"Kalau kita ada gejala Mpox segera lapor ke fasilitas kesehatan dan lakukan isolasi. Untuk yang beresiko perlu segera mendapatkan vaksinasi," kata dia.
(Dyah Ratna Meta Novia)