Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, 42 Pasien Ditemukan di DKI Jakarta per 21 November 2023

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Rabu 22 November 2023 02:00 WIB
Cacar monyet terus menyebar di Indonesia. (Foto: Freepik.com)
Share :

KASUS cacar monyet atau Mpox ternyata masih berlanjut. Bahkan untuk daerah DKI Jakarta sendiri, kasus Mpox terus mengalami peningkatan hingga hari ini, Selasa 21 November 2023 dikabarkan sebanyak 42 kasus sudah terjadi di wilayah tersebut.

Hal itu pun dibenarkan oleh Staf Teknik Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Ngabila Salama, Dia menjelaskan total kasus positif sebanyak 42 orang atau setara dengan positivity rate PCR 24 Persen.

“Semua bergejala ringan dan demam disertai lenting, variasi jumlah lenting berisi air ada yang hanya tiga, dan ada yang sampai hampir 60,” kata Ngabila kepada MNC Portal Indonesia, Selasa 21 November 2023.

Dengan melakukan isolasi rata-rata selama 14 hari, sebanyak 22 orang, para pasien juga mayoritas menderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV, sifilis, dan Herpes Simpleks Virus (HSV).

Tidak sampai di situ, menurut Ngabila semua yang tertular juga berasal dari kontak seksual, dengan semua yang berjenis kelamin laki-laki, mereka semua berusia diantara 25-50 tahun.

Lebih lanjut, menyertakan sebuah rincian pada kasus di 2023, saat ini sudah dua orang yang terduga suspek bergejala, dan sembilan orang asimtomatis. Meskipun begitu pemerintah tentunya tidak tinggal diam, kini sudah sebanyak 495 orang menerima vaksin pertama dan 13 orang menerima vaksin kedua.

“Terus dipantau tren kasus dua sampai empat minggu kedepan, hari ini (21 November 2023) ada empat kasus baru positif sebanyak tiga orang berdomisili di DKI Jakarta, dan satu kasus berdomisili di luar DKI Jakarta. Hal itu dilakukan pemantauan selama 21 hari dari risiko penularan event selebrasi atau hiburan di akhir Oktober hingga pertengahan November ini,” ucap Ngabila.

Untuk itu, Ngabila menyarankan agar pendekatan Mpox sebagai IMS perlu melakukan kolaborasi, dengan program HIV yang juga harus dikencangkan kembali seperti pada kolaborasi TB-HIV-DM. Karena semua pasien Mpox wajib dilanjutkan pemeriksaan HIV dan IMS lainnya.

Semua pasien HIV dan IMS juga dilakukan diskrining aktif gejala Mpox dan jika ada yang terkontak erat, walaupun tidak bergejala maka dalam kurun waktu satu bulan terakhir dengan yang positif Mpox harus segera dilakukan swab PCR.

“Apalagi jika menunjukkan gejala, harus segera di swab PCR,” tutur Ngabila.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya