BELUM lama ini seorang mahasiswi Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya ditemukan tidak bernyawa, di Kompleks Ruko, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Saat ditemukan, wajahnya terbungkus plastik. Diduga, ia meninggal bunuh diri dengan menghirup gas helium yang biasanya dipakai di balon. Ia putus asa dan tak sanggup menghadapi dunia yang menurutnya tidak baik.
Nah, jika ada saudara, kerabat, sahabat, teman, kolega yang ada kecenderungan bunuh diri, alias orang dengan kecenderungan bunuh diri (OKBD), maka berhati-hatilah dengan sikap Anda.
Jika ingin membantu OKBD, maka harus memahami dengan baik pikiran dan perasaan merka. Jika OKBD memiliki latar belakang budaya/keyakinanan/agama yang
berbeda dengan Anda, pahami bahwa mungkin dia memiliki keyakinan dan sikap yang
berbeda pula. Ada baiknya pahami dengan lebih baik keyakinan umum (termasuk spiritual dan agama) tentang bunuh diri serta keyakinan dan sikap OKBD tentang bunuh diri.
BACA JUGA:
Jika ingin mendengarkan curhat OKBD mengenai permasalahannya, maka harus mencari tempat yang aman. Namun jika Anda merasa ingin menolong OKBD namun tak sanggup, maka mintalah tolong kepada orang lain yang mampu untuk bertanya.
Lalu bagaimana cara berbicara dengan OKBD?
Dikutip dari Cpmh.psikologi.ugm.ac.id sampaikan kepada si OKBD bahwa Anda peduli, hadir dan ingin membantu. Sampaikan juga bahwa Anda tidak ingin pelaku untuk mati maupun tidak ingin kehilangan pelaku.
Pertolongan pertama yang dibutuhkan tidak harus kehadiran secara fisik, tetapi dapat melalui telepon.
BACA JUGA:
Nah, ini tips mendengarkan curhatan OKBD,
1. Tetap bersabar dan tetap tenang dan terkendali ketika OKBD menceritakan perasaannya
2. Dengar dan dorong OKBD untuk lebih banyak berbicara daripada Anda. Jika Anda perlu merespons, lakukan tanpa menghakimi si OKBD
3. Tanyakan dengan pertanyaan terbuka untuk lebih mengetahui ide bunuh diri dan perasaannya serta masalah dibalik hal-hal itu. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab hanya dengan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’
4. Jangan mengajukan terlalu banyak pertanyaan karena dapat membuat OKBD malah makin cemas. Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan dengan merangkum apa yang di katakannya.
5. Klarifikasi poin penting dengannya sehingga Anda tahu dia paham sepenuhnya
6. Tunjukkan empati kepadanya, misalnya dengan mengatakan “Saya memahami apa yang kamu rasakan”
7. Jangan meremehkan perasaannya atau membandingkan masalah yang dialaminya dengan masalah orang lain
8. Menyalahkannya dirinya karena ingin bunuh diri, contohnya dengan mengatakan, Apakah kamu tidak malu melarikan diri dari masalah? atau malah menghamiki dengan mengatakan, Bunuh diri itu dosa
9. Jika OKBD sudah melukai dirinya, Anda harus memberikan bantuan medis, kemudian memanggil ambulans, dan memanggil bantuan dari pakarnya seperti psikolog maupun psikiater.
(Dyah Ratna Meta Novia)