RUPANYA ada kisah tragis dalam kehidupan psikiater saat tak mampu mengobati pasiennya dan jadi sakit sendiri. Di Israel, Dr. Moshe Yatom dikenal sebagai psikiater yang sangat terkemuka. Selama ini ia dikenal karena kehebatannya menyembuhkan pasien-pasiennya dengan berbagai macam penyakit mental berat.
Oleh karena itu, tak mengherankan akibat kepiawiannya, Dr. Moshe Yatom akhirnya dipilih dan dtunjuk menjadi psikiater pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengabdi selama 9 tahun.
Menjadi psikiater Sang Perdana Menteri, bukanlah pekerjaan yang mudah. Ia mengalami banyak tekanan hidup.
BACA JUGA:
Hingga akhirnya Dr Yatom ditemukan tewas di rumahnya di Tel Aviv pada 2010. Dilihat dari lukanya, ia menembak dirinya sendiri alias bunuh diri.
Dikutip dari BRB News, Dr Yatom terkenal karena kehebatannya dalam mengobati bentuk penyakit mental yang paling sulit dan parah, memberinya reputasi terkemuka di bidang psikiatri.
Komitmennya terhadap pasiennya dan upayanya yang tiada henti terhadap teknik terapi inovatif menjadikannya sosok yang dihormati dan disegani dalam komunitas psikiatris. Namun akibat tekanan pekerjaannya melayani Netanyahu, dan sudah tak sanggup lagi, ia berakhir bunuh diri.
BACA JUGA:
Lalu apa saja gejala seseorang akan bunuh diri?
Diikutip dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, berikut ini sejumlah gejala bunuh diri yang wajib diketahui.
1. Membicarakan keinginan bunuh diri
Seseorang berkata tentang:
Keinginan untuk bunuh diri atau mengakhiri hidup
Membicarakan kematian; ingin pergi jauh/selama-lamanya
Merasa tidak ada harapan; putus asa
Tidak ada alasan untuk hidup
Merasa menjadi beban bagi orang lain
Merasa terjebak
Merasa tidak kuat menahan sakit
2. Membenci dan menghujat diri sendiri
Perhatikan jika seseorang terus-menerus mengeluarkan perasaan negatif terhadap diri sendiri, seperti:
Malu
Merasa bersalah
Hancur, rusak, atau ternoda
Tidak berguna
Kesepian atau sendirian
Menjadi beban bagi orang lain
Orang-orang yang merasa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah juga lebih rentan untuk memiliki pemikiran bunuh diri
3. Mencari cara mematikan untuk bunuh diri
Perhatikan jika seseorang tampak merencanakan untuk bunuh diri atau mencari cara yang mematikan untuk bunuh diri, seperti:
Mencari akses terhadap senjata tajam, senjata api, atau racun mematikan.
Mencari tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri.
Mencari cara bunuh diri yang paling cepat atau tidak menyakitkan, terutama di internet
4. Mengatur segala hal untuk ditinggalkan
Perhatikan jika seseorang:
Menulis surat pribadi yang mengandung pesan tersirat, atau langsung menulis surat bunuh diri atau surat wasiat.
Menjual atau memberikan benda-benda kesayangan, koleksian, atau yang berharga kepada orang lain.
Mengatur sendiri proses kematiannya, seperti memesan lahan makam atau membeli peti mati, dengan atau tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya.
5. Mengucapkan perpisahan
Perhatikan jika seseorang meninggalkan pesan perpisahan kepada orang-orang yang disayanginya, dengan memberikan kesan seolah-olah ia tidak akan bertemu lagi, misalnya:
Mengatur untuk bertamu atau mengadakan pertemuan secara mendadak untuk mengucapkan perpisahan.
Menelepon pesan-pesan perpisahan kepada orang yang dianggap berharga.
Mengucapkan perpisahan di akun media sosial
Menghapus profil atau akun media sosial secara tiba-tiba
Menulis surat bunuh diri
6. Menarik diri dari orang lain
Perhatikan jika seseorang:
Menarik diri dari orang lain (perlahan-lahan atau tiba-tiba)
Tidak aktif secara mendadak dalam lingkaran pertemanan, organisasi, atau komunitas
Meningkatnya keinginan untuk menyendiri
Menolak atau menghindar untuk dihubungi
7. Perilaku merusak diri sendiri
Perhatikan jika seseorang:
Menggunakan narkoba atau menyalahgunakan zat adiktif lainnya
Menjadi peminum alkohol secara berlebihan atau pemabuk
Melukai diri sendiri (self-harm)
Berbuat sembrono atau ekstrem
8. Perubahan fisik dan mood yang drastis
Perhatikan jika seseorang memiliki gejala seperti:
Tidur terlalu banyak atau sedikit
Perubahan pola makan yang ekstrem; Menjadi sangat kurus atau sangat gemuk
Menjadi agresif; mudah marah
Merasa lelah atau letih terus-menerus
Menangis tiba-tiba
Depresi
Mudah cemas
Kehilangan semangat hidup
Jika ada berbagai gejala itu, ajak korban untuk konseling ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan. Jangan sampai seseorang bunuh diri dan meninggal sia-sia. Mari kita bantu orang lain agar hidup jadi lebih berarti. Seorang psikiater atau psikolog pun jika mengalami masalah kesehatan mental, sebaiknya minta bantuan.
(Dyah Ratna Meta Novia)