KASUS cacar monyet atau monkeypox (mpox) terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, per Selasa (7/11/2023), terdapat total 35 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi sejak kasus pertama teridentifikasi pada 13 Oktober 2023.
Adapun penyebaran cacar monyet paling banyak terjadi di DKI Jakarta sebanyak 29 kasus. Terkait hal tersebut, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari, SpDVE menyampaikan memang penyakit cacar monyet ini tidak boleh disepelekan.
Sebab, penyebaran cacar monyet ternyata bukan hanya menular dari kontak seksual dan sentuhan kulit saja tetapi juga melalui droplet. Hal ini sama seperti Covid-19.
"Beberapa laporan ternyata mengidentifikasi ada lesi di sekitar rongga mulut, kemudian tonsil, atau area bagian dalam mulut kita itu juga terinfeksi dan ada lesinya," kata dr Hanny dalam konferensi pers virtual, Selasa 7 November 2023.
"Sehingga saat pasien melakukan komunikasi yang sangat dekat dengan waktu yang relatif sangat lama, dan kemudian dropletnya bisa menular dan mengandung virus. Sehingga tidak menjadi hal prioritas untuk menggunakan masker. Tapi masih dianjurkan," kata dr Hanny.
Namun, dr Hanny menegaskan jika penyakit cacar monyet penularannya tidak secepat virus Covid-19. Dengan demikian cacar monyet tak akan mewabah sebesar Covid-19.
"Covid-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, kemudian melakukan inhalasi. Tapi mpox ini menyebar dari orang ke orang memerlukan media, jadi harus berkontak dulu antara kulit dengan orang yang terinfeksi virus," ujar dr Hanny.
"Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia," lanjutnya.
Walaupun demikian, cacar monyet ini tidak boleh disepelekan. Jika sudah muncul gejala-gejala cacar monyet seperti ruam kulit, pembesaran kelenjar getah bening, demam, nyeri otot, dan pendarahan di saluran cerna langsung periksa ke dokter.
Jika hasil pemeriksaan benar-benar menunjukkan terkena cacar monyet, maka harus melakukan isolasi mandiri hingga dokter menyatakan benar-benar sembuh.
(Leonardus Selwyn)