MARI menelisik kandungan kolesterol dalam gorengan yang sudah menjadi makanan wajib khususnya bagi masyarakat perkotaan. Gorengan bisa menjadi cemilan favorit ataupun menu lauk saat menyantap nasi.
Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (7/11/2023), telah diketahui bahwa gorengan dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Sementara obesitas adalah salah satu faktor yang mendorong munculnya penyakit jantung.
Ada berbagai macam bahaya bila kita memakan gorengan khususnya bila berlebihan. Hal ini juga telah banyak dikaji. Salah satunya adalah meningkatkan terjadinya penyakit jantung.
Minyak goreng yang menjadi syarat menu gorengan, memang mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Sehingga menu satu ini diketahui sangat efektif meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Peningkatan kolesterol dalam tubuh tentu saja bisa menjadi awal marabahaya dari berbagai penyakit kardiovaskular. Termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.
Sudah umum diketahui bila makanan yang digoreng akan memiliki lebih banyak kalori dibanding makanan yang diolah dengan cara lainnya. Maka dari itu dengan memakan gorengan, sehingga tentu saja kandungan kalori yang masuk ke dalam tubuh akan semakin banyak yang akan diikuti berat badan cenderung naik.
Namun di sisi lain kandungan lemak trans dalam gorengan juga dapat memengaruhi kerja tubuh khususnya hormon pengatur nafsu makan dan penyimpan lemak.
Hal itu yang membuat kebanyakan orang jarang merasakan kenyang. Sehingga setelah makan gorengan, justru orang ingin makan lebih banyak gorengan.
Ada beberapa bahaya makan gorengan bagi tubuh yang penting untuk dipahami. Salah satunya adalah menu gorengan yang akan menyerap lemak dari minyak, sehingga kalorinya akan menjadi lebih tinggi.
Sehingga makin tinggi asupan kalori harian seseorang, makin tinggi pula risiko ia mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
Selain itu, kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng juga memainkan dampak krusial dalam menambah berat badan. Lemak yang seperti ini diketahui dapat memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan penyimpanan lemak.
Salah satu bahaya konsumsi menu gorengan yang paling besar yakni munculnya penyakit jantung. Tingginya kolesterol darah, hipertensi, serta penyempitan pembuluh darah jadi faktor-faktor yang meningkatkan risikonya.
Sudah umum diketahui bila konsumsi gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol, terutama low-density lipoprotein (LDL) yang merupakan kolesterol jahat. Selain itu, lemak jenuh juga menurunkan kolesterol baik yang disebut high-density lipoprotein (HDL).
Meningkatnya kadar kolesterol merupakan penyebab penyakit kolesterol tinggi. Jika dibiarkan, kolesterol dapat membentuk plak pada pembuluh darah arteri sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga serangan jantung
(Hafid Fuad)