KISAH menyedihkan dialami oleh FAA, siswa SDN 09 Swadaya, Jatimulya, Bekasi. Kakinya mengalami benjolan dan divonis kanker tulang oleh dokter setelah dia didorong oleh teman-temannya. Akibatnya FAA harus diamputasi di bagian kaki.
Awalnya, FAA tak menyangka kalau benjolan di kakinya itu adalah kanker tulang. Benjolan itu muncul setelah dia dijegal oleh teman-temannya pada Februari 2023 lalu. Benjolan muncul di kaki kirinya.
Alhasil, pada Agustus lalu pihak rumah sakit mendiagnosa korban mengalami kanker tulang hingga harus dilakukan tindakan amputasi. Saat ini kini korban masih menjalani perawatan medis di RS Dharmais, Jakarta.
BACA JUGA:
Lalu apa itu kanker tulang?
Dikutip dari Siloam Hospitals, kanker tulang adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh tumbuhnya sel-sel tidak normal pada tulang.
Kanker tulang bisa terjadi pada seluruh bagian. Namun, kanker tulang lebih sering muncul di tulang panggul, tungkai, dan lengan.
Kanker tulang adalah jenis kanker yang kondisinya terbagi menjadi 4 stadium, yaitu:
Stadium 1: sel kanker baru terjadi pada satu titik saja.
Stadium 2: sel kanker mulai membesar dibandingkan stadium 1, namun belum menyebar ke area lain.
Stadium 3: sel kanker telah menyebar ke area lain pada tulang yang sama.
Stadium 4: sel kanker telah menyebar ke jaringan dan organ tubuh lain.
Kanker tulang memang jarang ditemukan kasusnya dibandingkan jenis kanker lain. Akan tetapi, kanker tulang tetap membahayakan kesehatan sehingga perlu diwaspadai.
BACA JUGA:
Penyebab Kanker Tulang
Hingga kini, kanker tulang masih belum diketahui penyebabnya. Namun, pertumbuhan sel kanker tulang ini diketahui dipengaruhi oleh mutasi gen tertentu. Selain itu, ada sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya kanker tulang.
Adapun beberapa faktor pemicu dari kanker tulang adalah sebagai berikut:
1. Pernah terpapar radiasi tinggi atau bahan radioakti
2. Memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker tulang
3. Mengidap kelainan tulang, seperti paget disease
4. Mengidap kelainan genetik, seperti sindrom Li-Fraumeni, sindrom Werner, sindrom Rothmund-Thomson, dan sejenisnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)