KINI kasus cacar monyet di Indonesia terus bertambah. Menurut data, total kasus cacar monyet di Indonesia per Selasa (31/10/2023) menjadi 27 orang hingga Selasa.
Persebaran kasus cacar monyet berdasarkan domisili, yakni 22 orang di Jakarta, 4 orang di Banten, dan 1 orang di Bandung. Sebanyak 42 persen dari total seluruh kasus didominasi usia 25 hingga 39 tahun.
Lantas sebenarnya apa sih gejala dari cacar monyet?
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik (Alergi dan Imunologi) Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK (K) gejala umum dari cacar monyet adalah demam yang diikuti dengan munculnya kelenjar getah bening.
“Sama seperti infeksi virus lainnya biasanya demam, sakit kepala dan nyeri otot. Yang membedakan muncul kelenjar getah bening regional di ketiak, kaki atau selangkangan akan ada pembekakan,” ujar Prof Amin saat ditemui media baru-baru ini.
BACA JUGA:
Lebih lanjut Prof Amin mengatakan durasi terjadinya pembesaran kelenjar getah bening biasanya bersamaan dengan munculnya blister. Ia menambahkan setelah 1-2 minggu timbul ruam dan blister.
"Cara penyebaran dari awal mungkin bisa diamati tapi kalau sudah menyebar ke seluruh badan sulit," katanya.
Namun tak perlu khawatir, menurut Prof Amin mengatakan sebenarnya infeksi virus bisa sembuh sendiri, kecuali muncul penyakit lain.
“Karena kekebalan tubuh menurun, tumbuh infeksi di tempat lain, infeksi sekunder, infeksi paru misalnya, nah infeksi parunya yang diatasi, kalau virus cacar monyetnya sendiri akan sembuh sendiri dalam waktu 2-4 minggu," pungkas Prof Amin.
(Dyah Ratna Meta Novia)