Seorang Bocah Alami Patah Tulang Ekor Akibat Bercanda dengan Temannya, Yuk Kenali Bahayanya

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Senin 30 Oktober 2023 02:00 WIB
Bahaya patah tulang ekor. (Foto: Freepik.com)
Share :

KEJADIAN pilu yang dialami seorang pelajar asal Malaysia bernama Iqa. Dia terjatuh, ketika salah seorang temannya menarik kursi yang hendak dia duduki. Hal tersebut membuat Iqa menangis kesakitan dan dilarikan ke rumah sakit.

Selama di rumah sakit Iqa mendapat perawatan beberapa hari dan didiagnosa mengalami cederan tulang ekor yang cukup parah, mengakibatkan Iqa kesulitan untuk duduk dan tidak bisa dalam durasi lama.

“Pemandangan pagi dari bangsal, hari 13 masih tidak bisa duduk untuk waktu yang lama, paling lama 15 menit dan sakit punggung. Banyak obat penghilang rasa sakit dan obat untuk saraf mitos juga sudah dimulai. Saya harap kamu segera sembuh,” tulis pemilik akun, dikutip dalam TikTok @azera5276, Senin (30/10/2023).

Berkaca dari kejadian yang dialami oleh Iqa, menurut laman Healthline gejala tulang ekor biasanya terlokalisasi, dan menimbulkan rasa sakit terutama saat penderita melakukan duduk terlalu lama, bersandar sambil duduk, berdiri lama, bangkit dari posisi duduk, Buang Air Besar (BAB dan Buang Air Kecil (BAK), serta hubungan seksual.

Rasa nyeri pada bagian punggung bawah dalam istilah medis disebut juga dengan coccydynia. Pada penderita lebih sering terjadi pada seseorang yang obesitas, karena anatomi tulang ekor orang obesitas saat dia duduk, tulang ekor dan kedua bokong akan membentuk tripod yang menopang tubuh.

Karena bobot diatas rata-rata sehingga kemungkinan hal itu menyebabkan tulang ekor dapat patah pada kasus orang yang mengalami obesitas. Akan tetapi hal itu bukan berarti tidak terjadi pada kalangan seseorang tidak obesitas, berbagai penyebab bisa membuat seseorang terkena patah tulang ekor, seperti yang dialami oleh Iqa misalnya.

Perawatan pada seseorang yang mengalami tulang ekor bisa diatasi sampai kemungkinan sembuh sebesar 90 Persen, perawatan atau terapi yang dapat dilakukan meliputi rehabilitasi dasar panggul, rangsangan saraf listrik, suntikan steroid, rangsangan sumsum tulang belakang, dan melakukan pijatan atau kompres panas dan dingin secara bergantian untuk mengurangi rasa sakit.

Meskipun dalam beberapa kasus juga mungkin operasi adalah tindakan yang jarang dilakukan, namun seseorang yang melakukan operasi biasanya melibatkan pengangkatan total tulang ekor atau hanya satu atau lebih bagian segmen.

Waktu pemulihan pada usia anak-anak biasanya juga mengalami pemulihan lebih cepat dibandingkan orang dewasa, selama kurang lebih 12 minggu patah tulang ekor dapat sembuh, ditambahn dengan bantuan rehabilitasi mencangkup terapi fisik, latihan di rumah, dan mungkin menggunakan bantal khusus untuk duduk.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya