KINI Kemenkes melaporkan jumlah kasus cacar monyet meningkat menjadi 8 kasus. Oleh karena itu, harus dilakukan bergai upaya pencegahan penularan agar cacar monyet tidak makin merebak.
Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, satu warga Indonesia terpapar Monkeypox atau cacar monyet.
"Kita mendapat laporan satu kasus lagi terkonfirmasi," kata Anggota Tim Kerja Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kemenkes Chita Septiawati dalam siniar "Sosialisasi Kewaspadan Monkeypox" di Jakarta.
Nah, cacar monyet sendiri gejalanya muncul ruam-ruam 1-5 hari setelah gejala awal. Ruam sering dimulai di wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tangan, kaki, hingga sekitar alat kelamin.
BACA JUGA:
Lalu bagaimana cara mencegah cacar monyet?
Dikutip dari Puskesmas Kuta Selatan, dilansir dari Cleveland Clinic, cara untuk mencegah penularan virus cacar monyet antara lain,
1. Vaksinasi
2. Hindari kontak dengan hewan yang terinfeksi (terutama hewan yang sakit atau mati)
3. Hindari kontak dengan tempat tidur dan bahan lain yang terkontaminasi virus
4. Masak dengan matang semua makanan yang mengandung daging atau bagian hewan
5. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir
6. Hindari kontak dengan orang yang mungkin terinfeksi virus cacar monyet
7. Lakukan seks aman, seperti menggunakan kondom
8. Memakai masker yang menutupi mulut dan hidung Anda saat berada di sekitar orang lain
9. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh
10. Gunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat orang yang terinfeksi virus
Perlu diketahui, penularan cacar monyet dari hewan ke manusia terjadi melalui kulit yang luka, seperti dari gigitan atau cakaran. Bisa juga melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi cacar (luka) dari hewan yang terinfeksi.
Penularan cacar monyet dari orang ke orang terjadi ketika Anda bersentuhan dengan luka, koreng, tetesan pernapasan atau cairan mulut dari orang yang terinfeksi, biasanya melalui situasi dekat dan intim, seperti berpelukan, berciuman atau berhubungan seks.
Oleh karena itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammad Syahril mengingatkan masyarakat bahwa meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan protokol kesehatan itu merupakan normal baru.
"Itu penting ditingkatkan bukan hanya untuk mencegah Covid-19, tapi semua penyakit menular," kata Dr. Syahril.
(Dyah Ratna Meta Novia)