Cerita Prof Zubairi saat Menjadi Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Bacapres dan Bacawapres

Syifa Fauziah, Jurnalis
Kamis 19 Oktober 2023 15:09 WIB
Dokter memeriksa. (Foto: Medicine expert)
Share :

JELANG Pilpres 2024, bacapres dan bacawapres akan menjalankan pemeriksaan kesehatan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam sub spesialis Hematologi-Onkologi Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD menceritakan pengalamannya saat menjadi ketua tim pemeriksa kesehatan bacapres dan bacawapres tahun 2009 dan 2014.

Melalui cuitannya di Twitter atau X, Prof Zubairi bercerita, kala itu dia mendapat Surat Keputusan dari KPU yang berisi penunjukkan dirinya sebagai ketua tim pemeriksa kesehatan bacapres dan bacawapres.

 

"Dengan penuh rasa tanggung jawab saya pun menerimanya," ujarnya seperti dikutip MNC portal pada Kamis (19/10/2023).

 BACA JUGA:

Setelah mendapat mandat, Prof Zubairi bersama tim merencanakan tata kelola pemeriksaannya dan meninjau tiga rumah sakit yang menjadi tempat tes kesehatan. Saat itu ia dan tim memutuskan untuk memilih RSAD Gatot Soebroto.

Prof Zubairi menjelaskan pemeriksa kesehatan untuk bacapres dan bacawapres sendiri sangat bervariasi. Ada lebih dari 15 pemeriksaan yang dijalankan setiap calon dan pemeriksaan berlangsung lebih dari 10 jam. Pemeriksaannya sendiri meliputi jantung, neurologi, penyakit dalam, dan psikiatri.

 BACA JUGA:

"Ya, ada pemeriksaan psikiatri karena kita ingin memilih calon yang memiliki kepribadian baik, dalam artian tidak memiliki karakter psikopat ataupun beberapa kelainan personality lainnya," jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh tim psikiatri dan psikolog dengan tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory). Para bacapres dan bacawapres harus mengisi kuisioner yang sangat banyak, lebih dari 350 dalam waktu singkat.

"Sehingga seseorang yang menjawab pertanyaan, tidak mungkin untuk mencoba mengalihkan kepribadiannya dengan menjawab seolah-olah dia adalah orang yang ideal, karena akan muncul di jawaban lain," tambahnya.

Kala itu, Prof Zubairi dan tim menemukan kasus penyakit yang ada pada calon bacapres dan bacawapres. Hal itu karena faktor usia. Sebab saat itu ada calon yang usianya 60-an dan ada juga yang lebih dari 70 tahun.

"Walaupun ada penyakit, tim akan melakukan pertimbangan apakah yang bersangkutan kompeten dan mampu untuk menjadi presiden selama 5 tahun ke depan," jelasnya.

Pemeriksaan untuk bacapres dan bacawapres 2024 ini akan berlangsung mulai 21 Oktober 2023 mendatang Prof Zubairi berharap agar tes kesehatan nanti akan berjalan lancar dan bisa memanfaatkan teknologi dengan baik.

"Banyak ahli yang sangat kompeten dan, yang paling penting independen serta objektif. Bismillah lancar semuanya," pungkasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya