DIREKTORAT Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi satu warga Indonesia terpapar Monkeyfox atau cacar monyet.
"Kita mendapat laporan satu kasus lagi terkonfirmasi," kata Anggota Tim Kerja Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kemenkes Chita Septiawati dalam siniar "Sosialisasi Kewaspadan Monkeypox" di Jakarta.
Ia mengatakan, temuan kasus cacar monyet itu dilaporkan pada 14 Oktober 2023. Pasien tersebut terkonfirmasi setelah melalui serangkaian tes dan disebut merupakan warga DKI Jakarta.
BACA JUGA:
Selama ini sebenarnya pemerintah sudah melakukan upaya untuk meminimalisir adanya potensi penyebaran cacar monyet di tengah masyarakat Indonesia. Untuk itu, masyarakat diharapkan juga ikut berpartisipasi aktif dalam melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Lalu bagaimana cara mencegah penularan cacar monyet dikutip dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI?
1. Menghindari segala jenis kontak dengan bahan apapun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
2. Pisahkan pasien yang terinfeksi cacar monyet dari orang lain yang mungkin berisiko tinggi untuk terinfeksi.
3. Jangan lupa untuk selalu rutin cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
4. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi.
BACA JUGA:
5. Terapkan perilaku bersih dan sehat, dan sering cuci tangan, serta bersegera untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala cacar monyet.
Lalu apa saja gejala cacar monyet?
Gejalanya antara lain sakit kepala, demam tinggi, hingga pembesaran kelenjar getah bening dan munculnya benjolan berisi air di sekujur tubuh. Hal ini dilakukan agar pasien bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin dan menghindari penyebaran.
(Dyah Ratna Meta Novia)