KONSUMSI air mineral merupakan kebutuhan tubuh sehari-hari dari setiap orang. Namun, apa pun yang dikonsumsi secara berlebihan, nyatanya bisa mendatangkan dampak negatif, tak terkecuali air mineral apalagi jika air mineral yang tak berkualitas.
Anggapan bahwa mengonsumsi air mineral yang salah dapat menyebabkan stunting, bukan sekedar isapan jempol. Hal ini terjadi jika air mineral yang kita konsumsi tercemar oleh bakteri.
Inilah yang membuat air mineral disebut penyebab stunting pada anak. Hal ini dibenarkan oleh dr. Diana Sunardi, Mgizi, SpGK(K), Spesialis Gizi Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
“Sumber air yang berkualitas buruk, dapat membawa berbagai masalah kesehatan, seperti diare hingga stunting," kata dr. Diana dalam acara media gathering “Tidak Semua Air Sama" Aqua di Jakarta, Selasa (26/9/2023)
Dokter Diana menjelaskan, bakteri dalam air mineral bisa menyebabkan stunting karena diawali dengan dampak buruk di sistem pencernaan, yang mana adalah pusat tumbuh kembang anak.
BACA JUGA:
"Kesehatan saluran cerna ini, ke depannya akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Sebab, pusat tumbuh kembang anak ada di usus, kalau usus enggak sehat, ada gangguan tumbuh kembang," jelasnya lagi.
BACA JUGA:
Ia menegaskan, itulah kenapa penting sekali semua masyarakat Indonesia lebih peduli dengan air yang dikonsumsi, baik itu air galon yang dibeli mau pun air mineral yang direbus sendiri.
Terkait air mineral yang direbus sendiri di rumah, dr. Diana memaparkan tiga cara memasak air yang benar agar baik untuk tubuh, yakni
1. Rebus air pakai peralatan yang higienis.
2. Rebus air sampai matang untuk menghilangkan bakteri E.coli dalam air yang belum dimasak. Perlu diperhatikan, ketika air sudah mendidih, jangan langsung matikan kompor. Biarkan air mendidih ini selama lima sampai 15 menit agar bakteri E.coli benar-benar mati. Cara ini berdasarkan panduan dari WHO.
3. Lakukan penanganan yang tepat saat memindahkan air yang sudah matang ke tempat yang lebih higienis.
Sementara untuk memilih air isi ulang, disebut Profesor Heru, disarankan untuk memilih produk yang memiliki sumber air terbaik, yakni yang diambil dari tanah lapisan terdalam atau aquifer.
“Air mineral yang sehat dan aman untuk dikonsumsi sangat bergantung dari sumbernya. Air yang diambil dari tanah dangkal, besar peluangnya untuk tercemar aktivitas manusia. Sementara air dari akuifer dalam, sifatnya murni dan punya kandungan mineral alam. Sehingga aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi," jelas Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Hendrayana, Guru besar hidrogeologi Universitas Gadjah Mada panjang lebar.
(Rizky Pradita Ananda)