Kasus Hepatitis di Jakarta Meningkat, Dinkes DKI Ingatkan Hal Ini

Syifa Fauziah, Jurnalis
Jum'at 08 September 2023 08:00 WIB
Kasus hepatitis meningkat di Jakarta. (Foto: Freepik.com)
Share :

HEPATITIS merupakan penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada organ hati manusia yang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya disebabkan oleh adanya infeksi virus yang memiliki dampak serius bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya.

Penyakit hepatitis telah menjadi perhatian serius di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menerima 10 kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology).

Pada 15 April 2022, WHO menyatakan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa(KLB), sebab kasusnya terus bertambah dengan adanya laporan-laporan dari berbagai negara sehingga didapatkan jumlah kasus probable diseluruh dunia sekitar 300 kasus.

Pertama kali kasus ini dilaporkan di Indonesia pada tanggal 27 April 2022. Pada saat itu tiga kasus telah dilaporkan dan hingga tanggal 12 Mei 2022 terjadi pertambahan kasus hingga 18 laporan kasus. Delapan belas kasus ini tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Jawa Timur.

Kasus kematian dilaporkan terjadi di DKI Jakarta sejumlah empat kasus, Jawa Timur satu orang, Kalimantan Timur satu orang dan Sumatera Barat satu orang. Berdasarkan usia, rata-rata pasien yang terkena hepatitis akut berusia 1-6 tahun.

Melihat kasus yang cukup tinggi, pencegahan Hepatitis terus ditingkatkan, mengingat komitmen Indonesia untuk mencapai eliminasi hepatitis pada tahun 2030.

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menyelenggarakan edukasi Kesehatan dan Apresiasi Penanggulangan Penyakit Menular dengan tema “Segerakan Tes dan Obati”.

Edukasi Kesehatan ini merupakan bagian dari Peringatan Hari Hepatitis Sedunia Provinsi DKI Jakarta yang membahas secara khusus penyakit Hepatitis dan Tuberkulosis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Dwi Oktavia pentingnya meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian dalam mencegah infeksi penularan hepatitis dan penyakit prioritas lain yang tentunya membutuhkan keterlibatan kita semua untuk penanggulangannya.

“Kami telah melakukan upaya penanggulangan bekerjasama dengan lintas sektor mulai dari membudayakan perilaku cuci tangan, menggencarkan pelatihan keamanan pangan untuk pengusaha pangan olahan dan siap saji serta membentuk duta keamanan pangan di sekolah-sekolah dan membina kantin sehat hingga meningkatkan akses air bersih,” tuturnya.

Di sisi lai, Head of Business Development PT Etana Biotechnologies Indonesia, M Indra Lamora, mengatakan pihaknya berkontribusi dalam upaya penanggulangan penyakit hepatitis dengan melakukan edukasi ke tenaga kesehatan dan masyarakat.

“Seperti kita ketahui, beberapa kasus penyakit hepatitis banyak ditemui pada anak-anak usia sekolah dasar, sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menangani penyakit ini seperti penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta melakukan imunisasi hepatitis," kata Indra.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Imelda Maria Loho, Sp. PD., FINASIM menjelaskan hepatitis secara umum ada lima yaitu Hepatitis A, B, C, D dan E. Hepatitis A dan E.

Penyakit tersebut seringkali menimbulkan gejala kuning, yang penyebarannya disebabkan oleh fecal oral terkait kebiasaan hidup tidak bersih, makanan atau minuman tercemar dan sanitasi buruk.

“Penyebaran Hepatitis B sedikit berbeda, banyak yang tidak menyadari dan tiba-tiba seperti transfusi darah, transplantasi, jarum suntik dan seks, sementara di Indonesia penularannya mayoritas melalui ibu ke anak,” ujar dr Imelda dalam keterangan resminya yang MNC Portal terima pada Kamis (7/9/2023).

Dijelaskan bahwa penyakit hepatitis sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi.

“Hepatitis A pada anak mulai usia 12 bulan, dua dosis dengan interval enam sampai 36 bulan sedangkan pada dewasa tersedia tunggal atau kombinasi dengan vaksin Hepatitis B sebanyak dua dosis dengan rentang bulan 0, 6-12. Vaksinasi Hepatitis B pada anak dilakukan segera setelah lahir, sebelum 24 jam,” tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya