BADAN Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan akan risiko bahaya virus Covid-19 varian EG.5. Peringatan ini dikeluarkan oleh badan kesehatan tersebut mengacu pada kenaikan kasus di beberapa negara dalam waktu singkat.
Jika sebelumnya EG.5 hanya masuk di varian yang dimonitor, kini telah naik statusnya menjadi Variant of Interest.
"Sebelumnya varian EG.5 ini dikategorikan sebagai Variant Under Monitor' (VUM), tapi sekarang kami tetapkan sebagai Variant of Interest (VOI)," bunyi pernyataan resmi WHO dalam akun Twitter @WHO, dikutip Kamis (10/8/2023).
BACA JUGA:
Terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan pada varian ini. Per 7 Agustus 2023, tercatat sebanyak 7.354 rangkaian EG.5 dari 51 negara. Indonesia pun diketahui masuk daftar negara yang melaporkan varian EG.5 alias Eris ini, tapi jumlah sequence yang dilaporkan sampai saat ini belum diketahui pasti.
Laporan WHO menunjukkan, China sebagai negara dengan jumlah pelaporan sequence EG.5 terbanyak yaitu 2.247 sequences. Kemudian di tempan kedua ada Amerika Serikat (1.356), lalu Korea Selatan (1.040), Jepang (814), Kanada (392), Australia (158), Singapura (154), Inggris (150), Perancis (119), Portugal (115), dan Spanyol (107).
Meski begitu, belum ada keparahan penyakit yang dilaporkan hingga saat ini. Meski demikian, di sisi lain dua negara di Asia Timur yakni Jepang dan Korea Selatan disebutkan tetap waspada mengamati kemungkinan terjadinya lonjakan kasus rawat inap akibat varian EG.5.
Sebagai informasi, virus penyebab Covid-19 varian EG.5 ini sendiri merupakan keturunan dari XBB.1.9.2 yang memiliki profil spike asam amino sama dengan XBB.1.5. Varian EG.5 pertama kali dilaporkan pada 17 Februari 2023 dan ditetapkan sebagai 'variant under monitor' pada 19 Juli 2023 yang mana kini sudah berubah menjadi 'variant of interest'. RPA
(Dyah Ratna Meta Novia)