BENARKAH stres bisa memicu kanker menjadi pertanyaan yang sering muncul. Stres merupakan salah satu kondisi yang sangat umum dialami oleh setiap orang.
Sebagian orang bisa merespon kondisi stresnya dengan baik, namun banyak juga yang merespon stres dengan cara yang berbeda. Tak jarang, stres menyebabkan perubahan pada gaya hidup seseorang dan menyebabkan kondisi kesehatan menurun.
Hal inilah yang memicu pertanyaan benarkah stres bisa memicu kanker. Menjawab pertanyaan tersebut, beriku Okezone rangkumkan faktanya dilansir dari berbagai sumber, Rabu (12/7/2023).
Berdasarkan informasi dari laman Canadian Cancer Society, belum ada penelitian yang membuktikan stres bisa menyebabkan kanker secara langsung. Pasalnnya, hubungan antara kesehatan emosional dan kesehatan fisik berjalan sangat kompleks.
Menilik dari laman National Cancer Institue milik pemerintah Amerika Serikat, saat seseorang mengalami stres maka tubuh akan melepaskan hormon epinefrin dan norepinefrin yang dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan kadar gula darah.
Jika hal ini terjadi dalam waktu yang panjang atau kronis, maka kondisi ini tentu akan membahayakan tubuh. Penelitian menunjukan seseorang dengan stres kronis bisa mengalami gangguan kesehatan, seperti masalah pencernaan, sakit jantung, sistem kekebalan tubuh yang melemah, rentan terkena sakit kepala, susah tidur, dan lain-lain.
Meski demikian, berdasarkan beberapa hasil studi yang telah dilakukan menemukan stres kronis tidak terbukti bisa menyebabkan penyakit kanker secara langsung. Pasalnya, setiap orang yang mengalami stres kronis bisa mengembangkan perilaku yang tak menentu, seperti merokok, makan berlebihan, menjadi kurang aktif, atau minum alkohol, yang terkait dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker.
Penting untuk dicatat bahwa kanker adalah penyakit kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik, paparan lingkungan, dan gaya hidup. Stres hanya merupakan salah satu faktor yang secara tidak langsung mempengaruhi risiko kanker, dan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya penyebab kanker.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang mengalami stres akan mengembangkan kanker, dan tidak semua orang yang menderita kanker mengalami stres sebagai faktor pemicunya.
Demikian jawaban Benarkah Stres Bisa Memicu Kanker?
(RIN)
(Dyah Ratna Meta Novia)