Kronologi Korban Meninggal Pertama Akibat Virus Oz, Awalnya Digigit Kutu!

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Senin 26 Juni 2023 14:15 WIB
Kutu di semak-semak (Foto: VOI)
Share :

KINI heboh seorang wanita berusia 70-an di Jepang menjadi korban meninggal dunia pertama karena terinfeksi virus Oz akibat miokarditis yang disebabkan oleh gigitan kutu.

Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan, wanita tersebut sebenarnya tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri.

Namun, pada musim panas 2022 lalu, ia sempat mengunjungi institusi medis karena beberapa gejala yang dialaminya, mulai dari demam, kelelahan, dan nyeri sendi.

 

Karena diduga menderita pneumonia, dia lantas diresepkan antibiotik. Namun, gejalanya justru makin memburuk yang membuatnya harus dirawat di Rumah Sakit Tsukuba Medical Center.

Saat dibawa ke rumah sakit, tim medis menemukan kutu yang keras menghisap darah di pangkal paha kanannya. Lalu, setelah sebulan kemudia, wanita tersebut dinyatakan meninggal karena miokarditis.

Menurut National Institute of Infectious Diseases (NIID), virus Oz pertama kali terdeteksi pada tahun 2018 di jenis kutu keras yang nama ilmiahnya adalah amblyomma testudinarium, di Prefektur Ehime.

Antibodi untuk virus Oz telah terdeteksi pada hewan liar seperti kera Jepang, babi hutan, dan rusa di prefektur Chiba, Gifu, Mie, Wakayama, Yamaguchi, dan Oita.

Tes darah dari 24 pemburu di Prefektur Yamaguchi juga menemukan bahwa dua dari mereka dinyatakan positif antibodi virus Oz. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan bahwa mereka mungkin pernah terinfeksi virus tersebut sebelumnya.

Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, virus Oz sejauh ini belum ditemukan di luar Jepang.

Kutu penyebab virus ini memiliki ciri sisik keras dan berukuran sekitar 3 hingga 4 milimeter, berbeda dari kutu yang sering ditemukan di dalam ruangan dan paling sering ditemukan di hutan dan semak-semak.

Pakar patologi menular di NIID, Tadaki Suzuki mengatakan, karena ini adalah kasus fatal pertama yang dikonfirmasi, sulit untuk menilai tingkat keparahan atau bahaya virus pada saat ini.

 BACA JUGA:

“Kasus ini menunjukkan bahwa virus dapat menyebabkan gejala yang parah termasuk kematian. Tetapi deteksi orang dengan antibodi di masa lalu juga menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin tidak mengalami atau hanya menunjukkan gejala ringan,” kata Tadaki Suzuki, dilansir dari laman Japantimes.

Meski begitu, pihak Kementerian setempat mengatakan bahwa tindakan pencegahan terbaik bagi orang-orang adalah dengan menghindari paparan kulit mereka saat berada di area di mana mereka mungkin bersentuhan dengan jenis kutu tersebut.

Masyarakat yang pergi ke area dekat semak-semak juga disarankan untuk memakai baju lengan panjang dan celana panjang untuk menghindari gigitan mereka, terutama dari musim semi hingga musim gugur ketika serangga sedang aktif. Beberapa penggunaan produk anti serangga juga dinilai dapat membantu.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Jepang juga menyarankan agar siapapun yang digigit oleh kutu tersebut juga disarankan agar segara mengunjungi dokter atau rumah sakit, bukan mengobatinya sendiri.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya