MESKIPUN saat ini transaksi pembayaran sudah semakin canggih, namun untuk berjaga-jaga Anda masih dianjurkan untuk membawa uang cash termasuk recehan di saat pergi liburan atau traveling.
Ada beberapa alasan mengapa Anda perlu membawa uang receh saat traveling. Memang terdengar simpel dan tidak terlalu penting, namun
sewaktu-waktu Anda pasti membutuhkannya khususnya di tempat-tempat wisata yang belum menyediakan cashless sebagai transaksinya.
BACA JUGA:
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 4 alasannya.
1. Jajan di Pinggir jalan
Saat traveling ke suatu daerah Anda akan menemui sejumlah pedagang kaki lima atau di pinggir jalan, yang mana rata-rata mereka hanya menerima uang cash juga receh.
Misalnya Anda ingin membeli cimol di Jalan Braga, Bandung. Penjualnya hanya menerima uang cash atau receh sebagai transaksinya.
BACA JUGA:
2. Naik Transportasi Umum
Saat traveling ke suatu daerah dan memilih untuk backpacker, Anda harus menggunakan transportasi umum untuk menuju ke tujuan. Misalnya menggunakan angkutan umum (angkot).
Biasanya Anda harus menyiapkan uang cash atau recehan untuk membayar ongkosnya.
3. Bayar Toilet Umum
Sebagian tempat wisata masih ada yang memberlakukan tarif saat Anda memasuki toilet umum. Biasanya harga yang harus dibayar minimal Rp2 ribu per orangnya.
Untuk itu sebelum masuk ke toilet umum saat ingin membuang air kecil atau besar, siapkan uang recehnya terlebih dahulu.
4. Membayar Tiket Masuk Parkir
Sebagian tempat wisata masih ada yang memberlakukan membeli tiket masuk dengan uang cash. Misalnya saja memasuki area pantai, maka nantinya uang Anda akan ditukarkan dengan lembarang tiket masuk.
Jika Anda membawa kendaraan pribadi saat traveling, maka siapkan dulu uang recehan untuk nantinya dibayarkan ke juru parkir yang menjaga kendaraan Anda.
(Salman Mardira)